IHSG Berpotensi Menguat, Investor Bisa Perhatikan Saham Perbankan

IHSG dapat menguji level resistance terdekat di 6.627 setelah ditutup menguat 0,04% menjadi 6.600 pada perdagangan kemarin, Rabu (29/12).
Image title
30 Desember 2021, 06:46
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021). IHSG pada perdagangan menjelang libur cuti lebaran 2021 ditutup melemah 37,44 poin atau 0,6 persen ke level 5.938,
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.
Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih akan melanjutkan tren penguatan hari ini, Kamis (30/12) setelah ditutup menguat 0,04% ke level 6.600 pada perdagangan Rabu (29/12). 

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai IHSG dapat menguji level resistance terdekat di level 6.627. 

"IHSG akan membuka peluang menuju target berikutnya di  6.654 apabila ditutup di atas 6.627," kata Ivan dalam risetnya. 

Secara berurutan, titik resistance IHSG hari ini ada di level 6.627, 6.654, dan 6.688. Sementara itu, posisi support ada di titik 6.562, 6.514 - 6.528, dan 6.480. 

Sebagai informasi, support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.

Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar  hingga laju pertumbuhan harga tertahan. 

Ivan merekomendasikan hold atau trading buy pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Menurutnya, BBCA berpeluang melanjutkan pelemahan hari ini ke titik Rp 7.125 per saham dari posisi saat ini Rp 7.300 per saham, sedangkan SMGR akan mengakhiri fase koreksinya jika bertahan di atas Rp 7.000 per saham. 

Sementara itu, Ivan menyarankan hold atau trading buy pada PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Ivan menilai kedua emiten ini akan melanjutkan tren penguatan hari ini. 

Adapun, Ivan menganjurkan hold untuk emiten PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Pertimbangannya, walaupun ditutup melemah ke level Rp 875 per saham, saham BRPT berpeluang mengawali pembentukan wave C dan menembus ke atas level Rp 925 per saham.

Di sisi lain, CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai IHSG berpeluang mengalami kenaikan jangka pendek jika menembus level resistance terdekat. Adapun, saat ini IHSG dinilai masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. 

William meramalkan IHSG dapat ditutup di rentang 6.502 - 6.618 pada hari ini. Menurutnya, penggerak IHSG hari ini datang dari masih terjaganya fundamental perekonomian nasional. 

"[Itu] menjadi salah satu faktor menarik bagi investor untuk terus berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia hingga berapa waktu mendatang," kata William dalam riset. 

Beberapa emiten yang menjadi perhatian William hari ini adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Astra International Tbk (ASII), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan Ciputra Development Tbk (CTRA). 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait