Kandungan, Bahaya, dan Manfaat Udang untuk Kesehatan

Udang merupakan makanan laut yang mengandung protein tinggi. Berikut penjelasan mengenai kandungan, bahaya, dan manfaat udang.
Dwi Latifatul Fajri
1 Oktober 2021, 12:00
Manfaat udang
pixabay.com

Udang merupakan makanan laut yang mengandung protein tinggi. Bagian daging udang lembut dan berwarna putih sementara kulitnya agak keras. Selain itu udang dikenal sebagai makanan laut bergizi tinggi seperti vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh.

Kandungan Udang

Kalori dalam udang cukup rendah. Dalam 3 porsi on (85 gram) udang mengandung 84 kalori. Sekitar 90% kalori tersebut berasal dari protein dan sisanya lemak.

Udang mengandung lebih dari 20 vitamin dan mineral yang berbeda. Selenium dan mineral pada udang bisa meningkatkan kesehatan jantung dan peradangan. Mengutip dari healthline.com, berikut kandungan gizi udang:

  • Kalori: 84 kal.
  • Protein: 18 gram.
  • Selenium: 48% dari asupan diet yang direkomendasikan atau Recommended Dietary Intake (RDI).
  • Vitamin B12: 21% dari RDI.
  • Besi: 15% dari RDI.
  • Fosfor: 12% dari RDI.
  • Niacin: 11% dari RDI.
  • Seng: 9% dari RDI.
  • Magnesium: 7% dari RDI.

Udang mengandung yodium dan mineral yang penting untuk tubuh. Yodium bermanfaat untuk tiroid dan kesehatan otak. Udang juga mengandung asam lemak omega-6 dan omega-3.

Manfaat Udang

1. Menurunkan berat badan

Udang mengandung protein dan vitamin D. Kedua kandungan ini bisa menambah karbohidrat ke asupan harian. Udang juga mengandung leption. Leptin adalah hormon dan bagian integral untuk mengatur penyimpanan lemak, nafsu makan, dan penggunaan energi.

Jika kadar leptin dalam tubuh meningkat, orang dapat menghindari masalah makan berlebih, mengurangi makanan, dan bisa menjaga pola badan.

2. Anti penuaan

Udang mengandung antioksidan alami yang baik untuk kulit. Faktor penyebab penuaan kulit karena sinar matahari dan UVA yang dihasilkan. Sinar matahari menyebabkan kerutan, bintik-bintik, atau kulit terbakar. Udang bisa mencegah penuaan pada kulit. Anda bisa menambahkan udang untuk konsumsi harian dan sesuai porsi. 

3. Manfaat udang untuk ibu hamil

Udang mengandung asam lemak omega-3 yang baik. Asam lemak omega-3 ini bisa mengurangi resiko kelahiran prematur ketika kondisi hamil. Omega-3 berpengaruh untuk perkembangan otak dan mata janin.

Kandungan zat besi bisa membantu tubuh memproduksi darah ekstra yang dibutuhkan untuk bayi. Zat besi pada udang seperti magnesium, dan potasium bisa memberi sumber energi tambahan pada wanita hamil.

Meski aman untuk ibu hamil, namun hindari memakan makanan laut mentah. Selama kehamilan jangan memakan sushi mentah, sashimi, tiram, dan makanan mentah lain. Makanan laut mentah bisa berbahaya bagi sistem kekebalan tubuh dan kehamilan.

Khusus ibu hamil makanlah udang yang sudah matang digoreng. Makanan matang dan proses memasak yang baik bisa mengurangi bakteri jahat dalam daging udang.

4. Mencegah rambut rontok

Kandungan mineral pada udang bisa mengurangi rambut rontok. Nutrisi seng pada udang bisa menjaga dan menciptakan sel-sel baru, termasuk sel rambut dan kulit.

5. Baik untuk mata

Sebuah penelitian menemukan udang mengandung senyawa seperti Astaxanthin, dapat mengurangi kelelahan mata. Jika anda bekerja menggunakan komputer setiap hari, cobalah untuk mengkonsumsi rutin udang.

6. Meningkatkan Otak

Udang mengandung zat beri dan mineral. Zat beri ini bisa meningkatkan aliran oksigen dapat terjadi ke otot, memberi kekuatan dan daya tahan tubuh, serta meningkatkan aliran oksigen ke otak.

Zat besi bisa meningkatkan pemahaman, memori, dan konsentrasi. Salah satu penelitian menemukan astaxanthin pada udang bisa membantu meningkatkan kinerja memori, sel-sel otak, dan mengurangi resiko penyakit radang otak.

7. Manfaat kulit udang

Kulit udang bisa dikonsumsi dan tidak membahayakan tubuh. Mengutip dari laman theculinaryprofessor.com, kulit udang mengandung nutrisi seperti mineral dan protein yang mirip keratin. Kulit udang tidak memiliki dampak negatif bagi kesehatan.

8. Meningkatkan kesehatan tulang

Udang mengandung protein, vitamin, kalsium, fosfor, dan magnesium yang baik untuk kesehatan tulang. Protein dan vitamin bisa menambah kualitas tulang, massa tulang, dan mencegah osteoporosis.

9. Mengurangi nyeri haid

Udang mengandung asam lemak omega-3 yang dapat menyeimbangkan efek negatif asam lemak omega-6. Omega-3 ini bisa membantu mengurangi kram menstruasi bagi wanita, meningkatkan aliran darah yang lebih sehat untuk organ reproduksi.

Bahaya Makan Udang

Bagi sebagian orang, mengkonsumsi udang berlebihan bisa berbahaya bagi tubuh. Perlu diperhatikan jika beberapa orang alergi mengkonsumsi makanan laut. Jika dimakan, makanan laut bisa memicu alergi seperti gatal-gatal, muncul ruam di kulit, hingga terjadi pembengkakan.

Namun, makanan laut juga memberi nutrisi tinggi. Manfaat makanan laut untuk ibu hamil dan menyusui bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tetapi, Anda harus bisa memahami makanan laut yang aman untuk dikonsumsi dan dihindari.

Menurut Food and Drug Administration, sebagian makanan laut mengandung merkuri tinggi. Ibu hamil diharapkan berhati-hati ketika mengkonsumsi makanan laut. Merkuri bisa merusak sistem saraf ketika bayi sedang bertumbuh. Beberapa makanan laut yang mengandung merkuri tinggi seperti:

  • Ikan Todak.
  • Ikan Hiu.
  • Raja makarel.
  • Ikan ubin.
  • Ikan tuna segar.
  • Ikan orange.

Sesuai pedoman umum, khusus wanita hamil dianjurkan mengkonsumsi makanan laut sebesar 8 hingga 12 ons (dua atau tiga porsi) per minggu. Beberapa makanan laut mengandung sedikit merkuri seperti udang. Selain itu ada jenis ikan yang mengandung sedikit merkuri, seperti:

  • Udang.
  • Pollack.
  • Ikan Lele.
  • Ikan Salmon.
  • Ikan Trout.
  • Tuna Kaleng.
  • Ikan Kod.
  • Nila.

Bahaya makan udang mentah

1. Mengandung Bakteri Berbahaya

Udang yang dikonsumsi dalam keadaan mentah bisa mengandung bakteri berbahaya. Udang mengandung bakteri Vibrio. Bakteri ini bisa mengendap dalam udang jika tidak dibersihkan dengan benar. Lebih dari 70 spesies, 12 diantaranya diketahui menyebabkan penyakit pada manusia.

Sebuah penelitian menguji 299 sampel udang mentah. Hasilnya sebanyak 55% mengandung bakteri Vibrio. Bakteri ini bisa menyebabkan infeksi, kolera, dan gastritis (gejala penyakit lambung).

Selain Vibrio, ditemukan bakteri Bacillus pada udang. Bakteri tersebut ditemukan di 10 pabrik pengolahan makanan laut Nigeria. Bakteri Bacillus menyebabkan diare dan muntah.

2. Menyebabkan Penyakit

Bakteri menyebabkan penyakit seperti muntah, kram perut, demam, dan diare. Udang mentah mengandung bakteri yang menyebabkan masalah pencernaan. Kasus keracunan makanan disebabkan karena bakteri Salmonella, E. coli, Vibrio, atau Bacillus. Bakteri tersebut ditemukan pada udang mentah.

Ada juga penyakit Norovirus, penyakit menular yang berhubungan dengan makan kerang dan udang mentah. Khusus lansia, wanita hamil, dan anak kecil disarankan untuk menghindari konsumsi udang mentah dan setengah matang. Udang yang dimasak belum matang ini beresiko pada kekebalan tubuh dan penyakit pencernaan.

3. Tinggi Kolesterol

Dalam satu porsi udang (85 gram) mengandung 166 mg kolesterol. Kolesterol dalam udang 85% lebih banyak dibanding jumlah kolesterol tuna atau makanan laut lain. Beberapa orang takut jika makan udang dapat meningkatkan kolesterol dalam darah dan penyakit jantung.

Sebuah penelitian menemukan hal itu mungkin terjadi pada kebanyakan orang. Beberapa orang mungkin sensitif terhadap kolesterol pada makanan. Kolesterol pada makanan mungkin hanya berdampak kecil pada kadar kolesterol darah.

Sebagian kolesterol berada dalam darah dan diproduksi oleh hati. Jika anda memakan makanan tinggi kolesterol, hati hati Anda kan menghasilkan lebih sedikit.

Selain itu udang mengandung nutrisi penting untuk tubuh seperti asam lemak omega-3 dan antioksidan astaxanthin. Salah satu penelitian menemukan, orang dewasa yang makan 300 gram udang setiap hari dapat meningkatkan kadar kolesterol "baik" atau HDL sebesar 12%. Selain itu kandungan udang dapat menurunkan trigliserida (sejenis lemak dalam darah) sebesar 13%.

4. Alergi udang

Kerang, udang, kacang, dan susu termasuk bahan makanan dan minuman yang bisa memicu alergi. Alergi udang paling umum karena tropomiosin, sejenis protein yang ditemukan dalam kerang. Protein ini bisa memicu reaksi alergi seperti kesemutan di mulut, masalah pencernaan, hidung tersumbat, dan gatal-gatal di kulit.

Beberapa orang yang alergi udang bisa mengalami anafilaksis. Reaksi tersebut bisa menyebabkan kejang, tidak sadarkan diri, hingga kematian jika tidak segera diobati. Jika anda alergi udang, sebaiknya berhenti makan segala jenis udang atau hindari bersentuhan langsung dengan udang.

5. Purin

Mengutip dari organicfacts.net, purin merupakan unsur alami dan penting untuk tubuh. Tetapi jika kelebihan purin bisa berdampak pada asam urat. Purin akan terurai menjadi asam urat ketika sel-sel mati dan ginjal mengatur dan mengarahkan aliran asam urat ke sekitar atau keluar tubuh.

Udang mengandung kadar purin cukup tinggi. Jika anda mengalami masalah asam urat, sebaiknya menghindari udang.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait