14 Nama Kue Tradisional Indonesia Legendaris

Kue tradisional Indonesia terdiri dari kue kering dan kue basah. Di beberapa daerah, kue ini dijual di toko dan pasar. Berikut nama kue tradisional Indonesia.
Dwi Latifatul Fajri
22 Desember 2021, 14:00
Kue Tradisional
Buku Jajanan Pasar Khas Yogyakarta
Nama Kue Tradisional

Indonesia punya keragaman kuliner salah satunya kue tradisional. Ada berbagai jenis kue tradisional legendaris di Indonesia, seperti kue basah dan kue kering.

Kue tradisional di Indonesia mudah ditemukan di toko kue atau pasar. Pasar tradisional biasanya menjajakan kue dan jajan khas sesuai daerah masing-masing.

Kue tradisional ini bisa berasa gurih, manis, sampai asin. Kue tradisional ini biasanya dimakan untuk kudapan, penutup makanan, dan acara tertentu. Nama kue tradisional yang mudah ditemukan di pasar yaitu kue lapis, kue apem, putu, klepon, nagasari, dan cenil.

Nama Kue Tradisional Indonesia

Sumping Tanah

Sumping Tanah adalah kue yang terbuat dari campuran pisang dan tepung beras. Biasanya, masyarakat Jambi menyantap kue ini untuk berbuka puasa.

Advertisement

Di Jambi, kue basah tradisional ini terbuat dari tepung beras, buah pisang yang sudah dimasak, dan santan.

Supaya adonan mengembang, kue diberi air kunyit untuk pewarna dan gula merah. Kemudian kue dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus. Kue Sumping Tanah dikukus selama 30 menit kemudian diangkat dan ditaburi parutan kelapa dan garam di atas kue.

Meuseukat dan Dodol Aceh

Meuseukat adalah kue tradisional khas Aceh yang bentuknya seperti dodol. Bahan utama kue ini adalah tepung terigu yang dicampur nanas. Kue Meuseukat disajikan dengan dodol khas Aceh.

Dodol khas Aceh terbuat dari bahan tepung, gula, dan santan. Olahan ini kemudian menjadi adonan yang kental dan padat. Proses pembuatan dodol dibutuhkan waktu cukup lama selama berjam-jam. Dodol perlu diaduk supaya adonan matang merata.

Kedua makanan tersebut biasanya disajikan untuk pesta, khitan, dan acara pernikahan.

Bika Ambon

Kue bika ambon
Kue bika ambon (Resepedia)

 

Bika Ambon merupakan kue tradisional legendaris khas Sumatera Utara. Kue ini banyak dijual untuk oleh-oleh ketika berkunjung ke Medan. Ciri khas bika ambon punya rongga atau jaring di bagian dalamnya.

Bika ambon termasuk kue basah yang kini memiliki varian rasa coklat, durian, keju, sampai pandan.

Bika Ambon terbuat dari tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Waktu yang diperlukan untuk memasak kue ini sekitar 12 jam.

Bika Ambon bisa kenyal sampai 4 hari. Lebih dari 4 hari tekstur kue akan mengeras namun rasanya masih tetap sama.

Lempuk Durian

Lempuk durian merupakan makanan tradisional Riau yang tersebar di Kota Tarempa atau Letung. Kue ini disebut juga dodol buah durian siantan yang dikenal legit dan empuk.

Bahan membuat lempuk durian yaitu gula sebagai pengawet alami, daging durian, dan gula merah. Kemudian bahan tersebut dimasukkan dalam kuali lalu dicampur. Lempuk durian membutuhkan waktu memasak sekitar 3-4 jam sampai adonan mengental.

Kue Tat (Kue Lempong)

Kue Tat merupakan kue kering khas Bengkulu yang disajikan ketika Idul Fitri. Kue ini terbuat bahan utama campuran gula merah, tepung terigu, kelapa parut, dan nanas.

Kue Tat khas Bengkulu umumnya berbentuk segi empat. Kue ini terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar dan lapisan dalam yang berisi selai nanas.

Kue ini dipanggang di dalam oven selama 7 menit. Sebelumnya adonan diaduk dan didiamkan selama 20 sampai 60 menit.

Geguduh

Geguduh merupakan camilan tradisional khas Lampung. Camilan ini terbuat dari tepung terigu dan pisang kepok. Cara membuat Geguduh yaitu pisang dihancurkan lalu dicampur dengan terigu dan selai.

Setelah itu geguduh digoreng dan disajikan bersama kopi. Geguduh biasanya disajikan dalam acara tertentu.

Kue Lapis

Kue lapis terbuat dari tepung beras, santan, gula, dan pewarna makanan alami. Sesuai dengan namanya, kue ini dimasak secara bertahap satu lapisan demi lapisa. Kemudian, kue ditumpuk di bagian atas dan dipotong berbentuk persegi panjang.

Kue lapis merupakan kue legendaris yang banyak dijual di pasaran. Sekarang ini kue lapis bisa beraneka warna setiap lapisan, misal warna garis hijau, putih, coklat, dan merah muda.

Kue Cucur

Kue cucur adalah kue yang digoreng supaya matang. Makanan ini terbuat dari santan, gula, dan tepung beras. Bentuk kue cucur adalah lingkaran dan warnanya coklat tua.

Adrem

Adrem adalah kue khas daerah Bantul, Yogyakarta. Bahan utama adrem yaitu tepung beras, kelapa parut, dan gula jawa. Setelah adonan dicampur, kemudian dilelehkan, ditumbuk, lalu dicetak bulat di atas daun pisang. Setelah itu adrem digoreng sampai matang.

Getuk

FESTIVAL JAJANAN TRADISIONAL KHAS SOLO
FESTIVAL JAJANAN TRADISIONAL KHAS SOLO (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

 

Getuk merupakan makanan tradisional khas Jawa yang terbuat dari ketela pohon atau singkong. Getuk bisa ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Cara membuat getuk yaitu mengupas singkong terlebih dahulu kemudian direbus. Setelah matang getuk akhirnya ditumbuk lalu digiling dengan ditambah gula sebagai perasa.

Dadar Gulung

Dadar gulung merupakan makanan khas yang banyak ditemukan di Jawa. Bentuk lapisan luar sekilas seperti telur yang didadar, sehingga dinamakan dadar gulung. Bagian dalam makanan ini adalah parutan kelapa yang dicampur gula sehingga rasanya manis.

Hawug-Hawug

Hawug-Hawug terbuat dari tepung ketan, tepung beras, kelapa parut, dan gula. Adonan dicampur kemudian dikukus selama 25-40 menit. Hawug-hawug punya dua lapisan warna di bagian bawah berwarna putih sedangkan atasnya merah muda.

Serabi

Serabi banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Bahan pembuat serabi adalah gula merah, gula pasir, santan, dan daun pandan. Serabi dimasak diatas tungku kecil yang dipanaskan. Makanan ini cocok untuk kudapan ketika pagi atau malam hari.

Lupis

Lopis merupakan kue basah khas Yogyakarta yang rasanya gurih dan manis. Kue lupis ditaburi parutan kelapa diatasnya dan saus juruh yang terbuat dari gula merah.

Lupis terbuat dari beras ketan, butir kelapa, daun pisang, dan daun pandan. Cara membuat lupis yaitu mencampur seluruh adonan kemudian dibungkus memakai daun pisang. Waktu membuat lupis sekitar dua jam untuk merebus adonan.

Editor: Safrezi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait