Kurangi Impor, Menhub Perbesar Komponen Lokal di 3 Proyek Transportasi

Selain 3 proyek transportasi, pemerintah juga akan menyasar peningkatan TKDN pada proyek hulu migas dan kelistrikan
Ameidyo Daud Nasution
31 Juli 2018, 17:24
Kereta MRT
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Proyek MRT

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyasar penggunaan komponen lokal lebih banyak dalam tiga proyek infrastruktur. Langkah ini diambil untuk mengurangi impor yang membebani neraca pembayaran Indonesia.

Ketiga infrastruktur tersebut adalah proyek Pelabuhan Patimban, Proyek Kereta Semicepat Jakarta - Surabaya, serta Proyek Mass Rapid Transit East - West Jakarta. Menurut Budi penggunaan komponen lokal pada tiga proyek ini masih bisa ditambah. "Sama memang inventarisir, tapi biasanya untuk proyek yang akan datang semua," ujarnya saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (31/7).

Dia mengatakan penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di proyek Pelabuhan Patimban dapat ditingkatkan 10 persen hingga totalnya menjadi 40 persen. Untuk proyek kereta Jakarta - Surabaya, TKDN dapat ditingkatkan 5 persen menjadi 70 persen. Sedangkan proyek MRT East - West bisa dipatok 15 persen. (Baca: Jokowi  Peringatkan Kabinetnya Serius Atasi Kebutuhan Dolar)

Budi menjelaskan secara nominal, nilai potensi penghematan impor tiga proyek ini bisa mencapai Rp 15 triliun. Salah satu celah yang dapat digantikan impornya adalah penggunaan rangkaian kereta semicepat Jakarta-Surabaya. Produk ini masih bisa dirakit oleh PT Industri Kereta Api (INKA).

Advertisement

"Jadi kereta tidak utuh impor di sana (Jepang), tapi ada perakitan di sini. Karena 40 hingga 50 persen produksinya bisa dilakukan INKA," kata dia.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II tersebut memastikan tidak ada aturan khusus dalam kewajiban TKDN tersebut. Namun hal ini harus dibicarakan lagi dengan pemberi pinjaman dan pihak lain yang berkepentingan. (Baca: Impor Tekan Rupiah, Ekonom: Perbanyak Produk Lokal Buat Infrastruktur)

Menurutnya, peningkatan TKDN untuk proyek Pelabuhan Patimban akan sedikit sulit. Negosiasi mengenai peningkatan TKDN ini akan alot, lantaran sudah menjadi salah satu syarat pinjaman untuk membiayai proyek tersebut. Namun, saat ini pemerintah menekankan ada tiga hal yang harus dipatuhi dalam pembangunan infrastruktur lokal, yakni harga yang kompetitif, peningkatan komponen dalam negeri, dan wajib menggandeng kontraktor lokal

Selain transportasi, pemerintah juga akan menyasar peningkatan TKDN pada proyek infrastruktur lain. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan penggunaan TKDN juga akan disasar bagi proyek infrastruktur hulu minyak dan gas bumi serta kelistrikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Dua sektor itu yang akan didorong," kata dia.

(Baca juga: Pemerintah Perketat Impor Barang Industri Hulu Migas)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait