Tekan Impor LPG, Pertamina Inovasi Kilang Badak

Inovasi ini dapat meningkatkan produksi LPG hingga 323%.
Image title
Oleh Riri
7 Desember 2022, 17:38
Pertamina
Pertamina

PT Pertamina menghadirkan inovasi baru LPG Booster System di Kilang LNG Badak di Bontang, Kalimantan Timur. Teknologi ini diyakini dapat meningkatkan produksi LPG hingga 323% atau sebesar 603 M3 per hari di wilayah Bontang.

LPG Booster System telah beroperasi sejak Desember 2021, dan per Oktober 2022 telah melakukan tiga kali pengapalan. Targetnya akan ada dua kali pengapalan pada Desember 2022. Pertamina memproyeksi penambahan produksi LPG mencapai 1,56 juta M3  atau 780.000 metrik ton selama periode 2022-2027.

“Inovasi ini dapat memberikan harapan bahwa Indonesia bisa menghasilkan tambahan produksi LPG nasional, yang secara otomatis dapat mengurangi impor LPG. Ini akan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pada peluncuran LPG Booster System di Kilang LNG Badak di Bontang (6/12).

Nicke meyakini gas dapat menjadi energi transisi, dan Pertamina telang mengalokasikan 60% persen investasi untuk pengembangan di hulu. Di samping itu, urainya, dunia tengah menghadapi ancaman perubahan iklim yang berpotensi membahayakan generasi mendatang.

Advertisement

Penggunaan energi berkontribusi hingga 55,5% terhadap gas rumah kaca. Sementara, gas merupakan energi transisi penting bagi masa depan. Saat ini sebagian besar negara masih menggunakan energi fosil, termasuk Indonesia. Upaya berbagai negara untuk memanfaatkan energi fosil ke EBT juga dinilai tidak mudah karena konsumsi energi terus meningkat tajam.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Wiko Migantoro menambahkan, PHE memiliki sumber gas yang diperkirakan bakal menjadi oil di 2028. Bahkan ada beberapa potensi Kalimantan Tengah yang dapat dimonetisasi di mana masih banyak terdapat Kanai dan IDD. Demikian juga blok eksplorasi yang ditargetkan produksi di 2031 di Wilayah Kerja Mahakam.

PT Badak NGL memiliki competitive advantage yang memulai bisnis downstream melalui kerja sama dengan subholding gas dan menjadi pelopor small scale energy. Di dunia, Indonesia termasuk negara besar untuk suplai small scale energy di kepulauan. Badak telah mengirimkan banyak energi dalam bentuk isotank ke Sulawesi, Sumbawa, Maluku, dan Jawa Timur.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait