Materi Kingdom Protista dan Contoh Soalnya

Kingdom protista merupakan kelompok organisme dengan struktur tubuh sederhana. Secara umum terbagi menjadi tiga jenis yaitu protista mirip jamur, tumbuhan, dan hewan.
Image title
24 September 2021, 13:36
Materi Kingdom Protista dan Contoh Soalnya
pixabay.com
Ilustrasi protozoa

Kingdom protista atau prototisca ditemukan disebut-sebut sebagai makhluk hidup pertama. Pada tahun 1860an John Hogg mengamati protista pertama kali dan melihatnya sebagai bentuk uniseluler primitif dari hewan dan tumbuhan. Kemudian tahun 1866 Ernst Haeckel mengusulkan nama protista pada organisme tersebut.

Mengutip dari Atrium Pendidikan Biologi, protista adalah organisme eukariotik, uniseluler, dan tidak mempunyai jaringan sebenarnya. Sementara itu ciri-ciri morfologis dan fisiologisnya mirip dengan jamur, tumbuhan, dan hewan.

Ciri-Ciri Protista

Untuk lebih memahami tentang kingdom protista, maka kita harus terlebih dahulu mengenal ciri-ciri khususnya. Pada penjelasan di buku “Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, ciri-ciri protista sebagai berikut:

1. Struktur tubuh

Umumnya protista merupakan uniseluler atau bersel satu. Namun ada juga yang memiliki banyak sel atau multiseluler. Stuktur selnya sangat sederhana dan biasanya memiliki mitokondria untuk pembangkit energi.

2. Cara hidup

Kelompok organisme ini umumnya masuk dalam ketegori aerob atau membutuhkan oksigen. Namun ada juga yang bersifat anaerob atau tidak membutuhkan oksigen. Sedangkan jika dilihat cara mendapatkan makanan, protista terbagi menjadi heterotrof dan fotoautotrof.

Makhluk hidup ini biasa hidup bebas atau bersimbiosis dengan makhluk hidup lain baik simbiosis mutualisme, komensalisme, atau parasitisme. Protista yang hidup sebagai parasit biasanya menyebabkan beberapa penyakit pada makhluk makhluk hidup lain.

3. Habitat dan reproduksi

Tempat tinggal makhluk ini ada di daerah yang berair, tanah basah, sampah, dedaunan, dan area lain yang cukup lembap. Beberapa jenis protista memiliki alat gerak seperti flagela, silia, dan kaki semu.

Sebagian lagi memiliki pigmen klorofil. Sehingga bisa berperan sebagai produsen dalam rantai makanan. Protista berkembang biak secara seksual melalui konjugasi dan aseksusal melalui pembelahan biner.

Klasifikasi Protista

Protista merupakan kelompok makhluk hidup yang terbagi menjadi tiga kategori yaitu protista mirip jamur, tumbuhan, dan hewan. Bagi kehidupan, kelompok ini memiliki peran tersendiri. Mengutip dari buku “Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, berikut ini penjelasan lengkap terkait klasifikasi protista dan peranannya.

Protista Mirip Jamur

Bagian yang pertama yaitu tentang protista mirip jamur terdiri dari jamur lendir dan jamur air. Kemiripan tersebut bisa dilihat dari tipe hidup sama seperti jamur. Untuk lebih memahaminya, berikut ini penjelasan tentang jamur lendir dan jamur air.

1. Acrasiomycota

Jamur lendir seluler atau Acrasiomycota biasanya ditemukan di air tawar, tanah lembap, seresah daun, dan tumbuhan atau batang roboh. Jamur ini bisa menghasilkan sel yang bernama amoeboid. Ketika sel-sel tersebut berkumpul nantinya akan membentuk myxamoeba.

Acrasiomycota bergerak dengan kaki semu. Selain berfungsi sebagai alat gerak, kaki semu ini juga berperan untuk mematikan mikroorganisme lain.

Saat memasuki masa reproduksi aseksual, jamur lendir jenis ini akan membentuk tubuh buah. Kemudian tubuh buah tersebut menghasilkan spora untuk reproduksi sesksual.

Fase haploid merupakan tahapan yang paling mendominasi seluruh siklus hidup protista ini. Contoh acrasiomycota yaitu Dictyostelium discoideum.

2. Myxomycota

Protista mirip jamur selanjutnya yaitu myxomycota atau jamur lendir plasmodial. Jamur ini biasa ditemukan pada hutan basah, batang kayu busuk, tanah lembap, sampah basah, dan kayu yang sudah lapuk.

Ciri-ciri myxomycota yaitu tubuhnya berwarna cerah (kuning atau orange) dan mempunyai struktur vegetatif berupa lendir.

Jamur lendir plasmodial bisa menghasilkan sel hidup bebas bernama Amoeba saat fase vegetatif. Yang membuatnya mirip dengan jamur yaitu proses reproduksinya. 

Reproduksi seksual protista mirip jamur ini yaitu dengan cara singami sedangkan reproduksi aseksual menggunakan spora.

Dalam siklus hidupnya, jenis jamur lendir ini memiliki kumpulas sel amoeboid bernama plasmodium. Fase diploid medomoniasi dalam siklus hidup jamur lendir tersebut. Contoh Myxomycota yaitu Arcyria, Laycogala, dan Physarium.

3. Oomycota

Oomycota atau jamur air memiliki hifa tidak bersekat melintang (seonositik) dan memiliki cabang. Tempat tinggal jamur air ini ada di tempat lembap atau di air. Sebagian bersifat saprofit dan sebagian lainnya bersifat parasit.

Meskipun namanya jamur air, namun protista ini tidak masuk dalam kingdom fungsi karena memiliki beberapa perbedaan.

Pertama dilihat dari pengusun dinding selnya. Dinding sel oomycota terbuat dari selulosa sedangkan fungi dari polisakarida. Kedua, protista mirip jamur ini bisa bergerak menggunakan flagela sedangkan fungi tidak bisa.

Jamur air ini bereproduksi secara aseksual  menghasilkan zoospora. Sedangkan reproduksi seksualnya terjadi ketika gamet jantan dan betina bersatu.

Protista Mirip Tumbuhan

Masih mengutip dari buku “Biologi untuk SMA/MA Kelas X”, klasifikasi protista selanjutnya yaitu kelompok yang memiliki kemiripan dengan tumbuhan.

Kelompok tersebut biasanya disebut juga dengan algae. Untuk lebih mengenal apa itu algae? Berikut ini ciri-ciri dari protista mirip tumbuhan.

Ciri-ciri algae

  1. Memiliki dinding sel dan kloroplas seperti tumbuhan.
  2. Merupakan organisem uniseluler dan multiseluler.
  3. Ada yang hidup soliter namun ada juga yang berkoloni.
  4. Untuk algae uniseluler memiliki bentuk oval, bulat, atau mirip buah pir. Sedangkan algae multiseluler berbentuk lembaran, benang, dan ada yang mirip tumbuhan.
  5. Struktur tubuhnya sederhana, belum bisa dibedakan antara akar, batang, dan daun.
  6. Reproduksi secara seksual dan aseksual.

Macam-macam Algae

Protista yang mirip tumbuhan ini juga terbagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan kelasifikasi tertentu. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Filum Euglenophyta

Filum ini memiliki ciri khas yaitu mirip seperti tumbuhan namun juga mirip dengan hewan. Euglenophyta memiliki klorofil a dab b sehingga mampu berfotosintesis.

Selain itu, protista ini juga mempunyai karotenoid dan xantofil. Hasil fotosintesisnya disimpan sebagai cadangan makanan paramilon.

Disebut mirip dengan hewan karena tidak memiliki dinding sel namun terbungkus oleh protein. Euglenophyta juga bisa bergerak aktif menggunakan flagela.

2. Filum  Pyrrorphyta atau algae api

Pyrrorphyta sering disebut sebagai dinoflagellata sebab mempunyai dua buang flagel. Klompok ini umumnya bersel tunggal. Filum pyrrorphyta mempunyai klorofil a dan c, karotenoid, dan xantofil. Dinding selnya berbentuk lempengan selulosa poligonal.

Tubuh dari protista ini berwarna cokelat dan berkembang biak dengan cara membelah diri. Biasanya jenis ini ditemukan di laut, namun ada juga yang hidup di air tawar.

3. Filum Bacillariophyta

Organisme uniseluler yang masuk dalam filum ini memiliki ciri dinding sel terbuat dari silikat hidrat dan memiliki pigmen klorofil karotenoid, dan xantofil. Dinding sel protista mirip tumbuhan ini disusun oleh dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka). Bacillariophyta bisanya ditemhkan pada air tawar dan laut. Contohnya Navicula.

6. Filum Chlorophyta

Chlorophyta terbagi menjadi dua jenis yaitu uniseluler dan multiseluler. Dinding sel protista jenis ini terbuat dari selulosa. Sama seperti filum lainnya, chlorophyta memiliki pigmen klorofil dan karotenoid.

Selain itu, chlorophyta juga mempunyai pirenoid yang berfungsi untuk menyimpan alium hasil fotosinteris. Dan juga memiliki stigma yang fungsinya untuk mengarahkan organisme ini menuju area yang bercahaya.

Algae ini melakukan reproduksi seksual dengan cara konjugasi. Sedangkan reproduksi aseksualnya dilakukan dengan cara pembelahan biner, fragmentasi filamen dan pembentukan zoospora. Beberapa contoh chlorophyta yaitu Chlorella, Chlamydomonas, Hydrodictyon, Volvox, Spirogyra, Chrlorococcum, Ulva, dan Chara.

7. Filum Chrysophyta

Chrysophyta sering disebut juga golden brown algae karena memiliki tubuh berwarna cokelat keemasan. Organisme uniseluler atau multiseluler ini mempunyai pigmen klorofil, karotenoid, dan xantofil. Habitatnya ada di air tawar dan laut. Contoh chrysophyta yaitu Ochromonas dan Synura.

8. Filum Phaetophyta

Filum protista ini merupakan organisme multiseluler yang memiliki akar, batang, dan daun seperti tumbuhan. Warananya kecoklatan karena ada pigmen fukosantin. Reproduksinya dilakukan secara seksual dan aseksual,

9. Filum Radhopyta

Radhopyta adalah organisme multiseluler yang bentuk tubuhnya mirip dengan rumput serta memiliki pigmen klorofil, karotenoid, dan fikobilin. Habitat algae ini ada di laut.

Berbeda dengan algae lainnya, radhopyta hanya melakukan reproduksi secara seksual dengan cara peleburan sel kelamin. Contoh protista dari filum ini yaitu Gelidium, Eucheuma, Gracillaria, dan Chondrus.

Protista Mirip Hewan

Protista mirip hewan atau yang biasa dikenal protozoa dikelompokan berdasarkan dari alat geraknya. Adapun ciri-ciri dari protozoa yaitu:

  1. Organisme bersel satu.
  2. Memiliki inti eukariotik.
  3. Ukuran tubuhnya 100 – 300 mikron.
  4. Sebagian besar memiliki alat gerak berupa kaki semu, bulu getar, dan bulu cambuk.
  5. Hidup di air tawar, air laut, tempat lembap, tubuh hewan, dan tubuh manusia.
  6. Selnya tersusun atas membran sel, sitoplasma, vakuola makanan, vakuola kontraktil, dan inti sel.
  7. Reproduksi secara seksual dan aseksual.

Klasifikasi Protozoa

1. Filum Rhizopoda

Kelompok yang masuk dalam filum ini memiliki alat gerak berupa kaki semu atau pesudopodia. Selain sebagai alat gerak, kaki semu juga berfungsi untuk menangkap mangsa.

Habitatnya ada di air tawar atau laut. Salah satu jenis rhizopoda yang mudah diamati yaitu amoeba.

Amoeba terbagi menjadi dua jenis yaitu Ektoamoeba yang hidup di luar tubuh makhluk hidup lain, dan Entamoba yang hidup di dalam organisme lain.

2. Filum Actinopoda

Ciri utama dari filum ini yaitu memiliki pesudopodia yang ramping dan menyebar. Tubuhnya memiliki bentuk seperti bola. Contoh actinopoda yaitu Heliozoa dan Radiozoa.

3. Filum Foraminifera

Foraminifera memiliki cangkang dari zat kapur dan silika. Cangkang protozoa ini berwarna cerah dengan permukanan berlubang kecil. Organisme ini bergerak sangat lambat dan biasa hidup di laut dengan cara menempel pada bebatuan atau plankton. Contoh foraminifera yaitu Polistomella dan Globigerina.

4. Filum Zooflagellata

Filum ini memiliki alat gerak bulu cambuk atau flagela. Habiatatnya ada di air tawar, air laut, tempat basah, dan ada juga di tubuh hewan atau manusia. Umumnya zooflagellata hidup secata soliter namun ada juga yang menjadi parasit bagi makhluk lain.

5. Filum Ciliata

Ciliata merupakan protista mirip hewan yang memiliki satu sel. Tubuhnya ditumbuhi rambut atau bulu getar (silia) yang jumlahnya banyak. Fungsi silia yaitu untuk bergerak dan memasukkan makanan dalam sitostoma.

Sel protozoa ini terbagi menjadi makronukleus yang berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan serta mikronuklues yang fungsinya untuk reproduksi.

6. Filum Sporozoa

Semua jenis protozoa ini hidup sebagai parasit dan tidak memiliki alat gerak spesifik. Saat masih zigot, sporozoa bisa menghasilkan spora. Beberapa contoh sporozoa yaitu Toxoplasma gondii dan Plasmodium sp., yang menyebabkan penyakit malaria lewat vektor nyamuk Anopheles betina.

Contoh Soal Tentang Protista dan Pembahasannya

  • Apa yang menyebabkan jamur air memiliki persaman dengan kelompok jamur?
  • Jawab: yang menjadikan indikator jamur air mirip dengan kelompok fungi yaitu sama-sama merupakan organisme heterotrof, saprofit, bisa menghasilkan spora, dan tidak mempunyai klorofi.
  • Ketika melewati saluran air, mungkin secara tidak sengaja kita melihat protista hidup di sana. Apakah nama protista tersebut dan bagaimana cara geraknya?
  • Jawab: protista yang biasanya hidup di saluran air yaitu amoeba. Protista jenis ini memiliki alat gerak berupa kaki semu atau pesudopodia.
  • Mengapa Euglena disebut mirip dengan tumbuhan dan hewan?
  • Jawab: alasan Euglena mirip dengan tumbuhan karena memiliki klorofil seperti tumbuhan. Sedangkan dikatakan mirip seperti hewan karena ia tidak memiliki dinding sel serta bisa bergerak aktif seperti hewan. Meskipun demikian, Euglena masuk dalam kelompok protista mirip tumbuhan.

Demikian penjelasan mengenai kingdom protista mulai dari ciri umum sampai klasifikasinya. Beberapa contoh soal diatas juga bisa menjadi evaluasi pembelajaran materi biologi ini.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait