Stimulus Listrik Diperpanjang, PLN Usulkan Anggaran Subsidi Rp 4,66 T

PLN membutuhkan subsidi Rp 4,66 triliun untuk memberikan stimulus keringanan tagihan listrik kepada 33,04 juta pelanggannya.
Image title
22 Januari 2021, 17:50
stimulus, pandemi Covid-19, pln, subsidi, kementerian esdm
ANTARA FOTO/Indrayadi TH
Ilustrasi. PLN mengusulkan anggaran subsidi sebesar Rp 4,66 triliun untuk memberikan stimulus tagihan listrik selama pandemi Covid-19.

Stimulus tagihan listrik selama pandemi Covid-19 diperpanjang hingga Maret 2021. Perusahaan setrum negara alias PLN mengusulkan anggaran subsidi sebesar Rp 4,66 triliun untuk memberikan stimulus tersebut. 

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saris mengatakan nilai tersebut mencakup tiga hal. Pertama, diskon tarif pelanggan untuk rumah tangga, bisnis, dan industri dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Diskon tagihannya mencapai 100%. 

Untuk pelanggan rumah tangga daya 900 Volt Ampere mendapat keringanan 50%. Jumlah kedua jenis pelanggan itu mencapai 31,9 juta dengan alokasi kompensasi mencapai Rp 3,8 triliun. 

Kedua, stimulus berupa pembebasan abonemen dan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri dengan daya mulai dari 1.300 Volt Ampere ke atas. Jumlah pelangganya mencapai 1,1 juta dan alokasi usulan subsidinya Rp 844,5 miliar. 

Terakhir, pembayaran pembebasan abonemen pada 2020 senilai Rp 18,82 miliar. “Jadi, total mencakup 33,04 juta pelanggan dengan Nilai Rp 4,66 triliun,” kata Bob secara virtual, Jumat (22/1). 

Angka tersebut sedikit berbeda dengan usulan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya di Rp 4,57 triliun. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi mengatakan perbedaan angka tersebut lantaran perhitungan terus berjalan. Namun, pemerintah akan akan mengikuti data yang terus diperbaharui oleh PLN.

Usulan PLN ini pun nantinya akan disampaikan ke Menteri ESDM Arifin Tasrif agar menjadi usulan di anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan atau APBN-P 2021. "Kami evaluasi dan rapatkan. Kalau sudah clear, kami sampaikan ke Menteri ESDM," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN kategori rumah tangga daya 450 VA dan 900 VA bersubsidi, serta kategori bisnis dan industri daya 450 VA hingga bulan Maret 2021. 

Perpanjangan program subsidi tagihan listrik ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban kelompok masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait