Aksi Penolakan RKUHP di Depan Gedung DPR Show
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Muhammad Zaenuddin
6 Desember 2022, 12:52

Foto: Aksi Penolakan RKUHP di Depan Gedung DPR

Massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP menggelar aksi penolakan pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Mereka menabur bunga di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin, (5/12). Para pengujuk rasa menilai rancangan aturan itu memiliki sederet pasal bermasalah. 

Adhitiya Augusta Triputra, selaku koordinator lapangan aksi, mengatakan RKUHP bersifat antidemokrasi, membungkam kebebasan pers, mengatur ruang privat masyarakat, diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok marginal, serta mengancam keberadaan masyarakat adat. 

“Aksi ini mengenai penolakan pengesahan RKUHP yang DPR berencana akan disahkan tanggal 6 Desember besok saat rapat paripurna,” kata Adhit.

Para demonstran menyampaikan delapan keresahan pada pasal bermasalah RKHUP, yaitu:

  1. Mengancam masyarakat adat
  2. Mengembalikan pasal-pasal subversif dan anti demokrasi
  3. Membangkang Putusan MK
  4. Mempidana dan mengancam ruang privat dalam rumah
  5. Mengancam memiskinkan rakyat tanpa ampun
  6. Mengancam buruh, mahasiswa, petani, dan rakyat yang dirampas ruang hidupnya serta siapapun yang berjuang dengan demonstrasi
  7. Tajam ke bawah, tumpul ke atas: mempersulit menjerat kejahatan perusahaan/korporasi
  8. Memutihkan dosa negara dengan menghapuskan unsur retroaktif pada pelanggaran HAM berat

Editor: Sorta Tobing
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.