OPEC Akan Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Naik di Atas US$80

Harga minyak dunia kembali naik seiring pelemahan dolar Amerika Serikat dan kemungkinan rencana OPEC+ menyetujui pemangkasan produksi minyak hingga 1 juta barel per hari pada pertemuan 5 Oktober ini.
Syahrizal Sidik
3 Oktober 2022, 07:22
OPEC Akan Pangkas Produksi, Harga Minyak Kembali Merangkak Naik
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Ilustrasi. Harga minyak kembali menanjak seiring dengan rencana negara OPEC+ memangkas produksi.

Harga minyak mentah dunia acuan pada perdagangan awal pekan ini, Senin (3/10) bergerak menguat di tengah melemahnya dolar Amerika Serikat dan kemungkinan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC+) akan menyetujui rencana pemangkasan produksi pada pertemuan 5 Oktober ini.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI), untuk kontrak pengiriman November bergerak naik pagi ini 3,21% ke level US$ 82,06 per barel. Sedangkan, harga patokan minyak mentah Brent, juga bergerak naik 3,29% ke level US$ 87,94 per barel.

Seperti dikutip dari CNBC International, OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk memangkas produksi menjadi antara 500.000 dan 1 juta barel per hari (bph).

"Prospek permintaan minyak mentah yang memburuk tidak akan memungkinkan minyak untuk reli sampai pedagang energi yakin bahwa OPEC+ akan memangkas produksi pada pertemuan 5 Oktober," kata analis senior OANDA Edward Moya.

Advertisement

Analis memperkirakan, pengurangan produksi karena kekhawatiran permintaan terkait dengan kemungkinan perlambatan ekonomi global dan kenaikan suku bunga telah membebani harga minyak mentah. Sehingga, harga Brent dan WTI kemungkinan akan menyelesaikan kuartal ketiga tahun ini dengan penurunan tajam sebesar 23%.

"Kepemimpinan OPEC+ akan ingin menjaga harga dasar minyak dunia di level $90 per barel,"  kata Stephen Brennock dari broker minyak PVM.

Brent dan WTI masih siap untuk kenaikan mingguan sekitar 3%. Ini akan menjadi kenaikan mingguan pertama sejak Agustus dan mengikuti posisi terendah sembilan bulan yang dicapai awal pekan ini.

Harga minyak ditopang oleh penurunan dolar dari tertinggi 20 tahun di awal minggu. Greenback yang lebih lemah membuat minyak dalam denominasi dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain, meningkatkan permintaan untuk komoditas tersebut.

Analis juga memperkirakan pembelian minyak akan terangkat karena Rusia bersiap untuk mencaplok empat wilayah Ukraina ke Rusia pada hari Jumat dalam sebuah langkah yang dapat memaksa negara-negara Barat untuk memperkuat sanksi terhadap Moskow.

Negara-negara Uni Eropa mencapai kesepakatan awal tentang apa yang akan menjadi sanksi putaran kedelapan blok itu terhadap Rusia karena berperang melawan Ukraina.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait