Saratoga Siapkan Investasi Rp 1,2 T di Sektor Teknologi hingga EBT

Saratoga akan mengalokasikan belanja modal untuk memperbesar porsi investasinya di sektor teknologi dan digital, kesehatan, layanan jasa keuangan dan energi baru terbarukan (EBT).
Image title
21 April 2022, 16:01
Saratoga Siapkan Investasi Rp 1,2 T di Sektor Teknologi hingga EBT
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja memfoto layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 100 juta (Rp 1,43 triliun) hingga US$ 150 juta (Rp 2,15 triliun) tahun ini. Perseroan akan mengalokasikan belanja modal untuk memperbesar porsi investasinya di sektor teknologi dan digital,  kesehatan, layanan jasa keuangan dan energi baru terbarukan (EBT).

Hal itu dilakukan perseroan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Direktur investasi SRTG Devin Wirawan mengatakan, Saratoga sebagai perusahaan investasi harus dapat melihat apa yang akan terjadi ke depan dan bisa mengantisipasi dengan berinvestasi pada sektor-sektor yang lebih relevan.

"Adapun, proporsi untuk berinvestasi di sektor teknologi digital berkisar 30% - 40%. Kami akan terus melakukan pengembangan investasi di sektor ini, seiring dengan pengembangan transformasi digital," kata Devin dalam paparan publik perseroan, Kamis (21/4).

Selain itu, perseroan juga berkomitmen untuk berfokus pada sektor EBT, utamanya pada sistem panel tenaga surya. Perseroan menilai, dengan berinvestasi di sektor tersebut akan turut mempercepat Indonesia untuk mencapai target net zero emission.

Advertisement

"Kami juga berkomitmen untuk tidak memulai investasi baru di sektor pertambangan batu bara dan minyak," kata dia.

Saat ini, Saratoga tercatat berinvestasi di berbagai lini bisnis, mulai dari pertambangan, perkebunan sawit, bisnis menara telekomunikasi, gas industri, hingga data center.

Berdasarkan laporan keuangan Saratoga, perseroan membukukan pertumbuhan laba sebesar 182% pada 2021 menjadi Rp 24,8 triliun dari sebelumnya Rp 8,82 triliun pada periode yang sama tahun 2020. Adapun, perseroan mencatat pendapatan dividen yang solid di 2021 sebesar Rp 1,6 triliun, yang sebagian besar dikontribusikan oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT  Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).

Saratoga juga mencatatkan nilai aset bersih atau Net Asset Value (NAV) tertinggi sepanjang sejarah perseroan yaitu sebesar Rp 56,3 triliun, terutama didukung oleh peningkatan nilai pasar portofolio yang belum direalisasikan. Nilai tersebut meningkat 78% dari NAV Saratoga di tahun 2020 senilai Rp 31,7 triliun.

Tahun lalu, perseroan berinvestasi dibeberapa perushaan baru yakni, Sirclo, Fuse, Xurya, dan City Vision. Serta menambah kepemilikan di MPMX dari 52,2% menjadi 56,6% dan di PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII) dari 8,4% menjadi 9,3%.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait