BTN Bidik Transaksi KPR Rp 1,5 Triliun di IPEX 2022, Bunga Mulai 2,2%

Di ajang pameran properti tersebut, BTN menawarkan suku bunga mulai 2,2% dengan harga rumah yang dijual mulai Rp 168 juta sampai Rp 3,5 miliar.
Image title
15 Mei 2022, 16:31
BTN Bidik Transaksi KPR Rp 1,5 Triliun di IPEX 2022, Bunga Mulai 2,2%
Dokumentasi BTN
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan dapat menyalurkan ijin prinsip penyaluran Kredit Perumahan Rakyat (KPR) senilai Rp 1,5 triliun di ajang Indonesia Property Expo 2022.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menargetkan dapat menyalurkan nilai transaksi Kredit Perumahan Rakyat (KPR) senilai Rp 1,5 triliun di ajang Indonesia Property Expo 2022. Pameran properti itu digelar mulai 15 Mei hingga 22 Mei 2022 di Hall A Jakarta Convention Centre (JCC) yang melibatkan 41 pengembang properti. 

Direktur Utama Bank BTN, Haru Koesmahargyo mengatakan, sebelumnya IPEX digelar secara virtual selama masa pandemi. Namun, pada tahun ini, Bank BTN menggelar IPEX yang langsung dapat dikunjungi oleh publik. "IPEX kali ini diharapkan dapat menggaet masyarakat khususnya milenial untuk membeli rumah," terang Haru, dalam keterangan resminya, Minggu (15/5).

Pasalnya, kata dia, berdasarkan survei IPEX Loyalty Member (ILM) kepada 3.600 calon pembeli rumah, sebanyak 78,9% calon adalah milenial dan sebanyak 89,6% adalah pembeli rumah  pertama untuk ditempati dengan lokasi favorit di Jabodetabek yaitu Tangerang, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, serta Kawasan Bintaro, Serpong dan sekitarnya.

Di ajang ini, bank yang fokus pada pembiayaan perumahan tersebut menawarkan program suku bunga promosi mulai 2,2%, bebas biaya provisi, biaya administrasi dan bebas biaya appraisal untuk KPR Non Subsidi. Selain suku bunga promo tersebut, Bank BTN menawarkan berbagai produk KPR seperti, KPR Subsidi, KPR  BTN Gaess For Millenial, KPR BTN Hits dan lain sebagainya.

Advertisement

IPEX tahun ini ditargetkan dapat menarik  50.000 pengunjung selama 8 hari pameran dengan target potensi ijin prinsip adalah sebesar Rp 1,5 triliun. Perinciannya, penyaluran di KPR non subsidi senilai Rp 900 miliar, sementara KPR Subsidi  sebesar Rp 300 miliar dan KPR Syariah sebesar Rp 300 miliar.

“Sementara untuk target booking KPR, Kami menargetkan sebesar Rp 200 miliar dengan rincian KPR Non Subsidi sebesar Rp 120 miliar, KPR Subsidi Rp 40 miliar dan sharia Rp 40 miliar,” imbuh Haru.

PEMBUKAAN PAMERAN INDONESIA PROPERTI EXPO
PEMBUKAAN PAMERAN INDONESIA PROPERTI EXPO (ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.)

Perhelatan tahun ini menghadirkan lebih dari 225 proyek properti yang tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Karawang, Bekasi dan ada beberapa lokasi di luar kota seperti di Subang, Bandung dan Surabaya. Adapun rentang harga hunian tersebut dimulai dari  Rp 168 juta sampai dengan Rp 3,5 miliar.

Pengembang besar yang menjual rumah non subsidi yang ikut dalam IPEX di antaranya PT Adhi Commuter Properti Tbk yang memamerkan proyek LRT City, PT PP Urban dengan proyek Urban Town (Serpong & Karawang), PT Subur Progress yang menawarkan Paradise Serpong City, Paradise Resort City. Pengembang lain yang hadir juga termasuk Delta Group, Perumnas dan PT Metropolitan Land Tbk.

Sementara untuk proyek rumah subsidi, pengembang yang terlibat di antaranya PT Argamas Griya Pratama dengan proyek Cikarang Griya Pratama, PT Fadesa Indonesian dengan proyek Grand Shafira Karawang, TMA Group yang menawarkan sejumlah proyek di Bandung, Jawa Barat. “Kami menyambut baik optimisme dari para pengembang yang terlibat pada pemeran ini, karena geliat properti sudah mulai terasa  tahun ini," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Haru, pemerintah juga mendukung dengan memberikan beragam stimulus yang mendukung sektor properti. Stimulus tersebut di antaranya pemberian insentif PPN DTP dan Pelonggaran Loan To Value serta tren suku bunga kredit yang relatif rendah.

Haru berharap, stimulus tersebut dapat terus mendukung bisnis Bank BTN ke depan. Per April tahun ini, realisasi KPR Bank BTN sejak Januari hingga April 2022 mencapai 64.583 unit. Dengan realisasi itu, Haru optimistis bisa memenuhi target kredit di kisaran 9-11% hingga akhir tahun 2022.

Untuk mencapai target itu, BTN akan mengoptimalkan program KPR subsidi milik pemerintah seperti KPR FLPP, KPR BP2BT dan KPR TAPERA dengan potensi realisasi unit sebanyak 169,3 ribu unit. Selain itu, Bank BTN juga memperluas kerjasama/kemitraan dengan institusi/lembaga maupun swasta.

Selain itu, Bank BTN juga akan meningkatkan KPR di segmen milenial melalui kerjasama pembangunan Transit Oriented Development (TOD) dengan BUMN Karya dan top developer dengan aneka  program KPR untuk milenial, seperti KPR BTN Gaess for Milenials dengan fitur Graduate Payment Mortgage (GPM) dan KPR  BTN Hits. "Kami berharap backlog perumahan akan terus berkurang dengan program pembiayaan perumahan yang kami sediakan ditambah gelaran IPEX yang rutin diselenggarakan BTN bekerjasama dengan asosiasi pengembang di seluruh Indonesia," imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR RI, Iwan Suprijanto berharap melalui penyelenggaraan Indonesia Property  Expo tahun 2022 ini, dapat menjadi momentum dalam mempercepat  pemenuhan kebutuhan perumahan dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui sektor properti.

Reporter: Syahrizal Sidik
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait