Tambang Batu Bara Black Diamond IPO, Incar Dana Rp 227 Miliar

Dalam IPO ini, Black Diamond Resources melepas sebanyak 1,75 miliar saham baru dengan harga penawaran awal Rp 100 sampai Rp 130 per saham. Mayoritas dana IPO digunakan untuk belanja modal.
Syahrizal Sidik
16 Agustus 2022, 10:37
Tambang Batu Bara Black Diamond IPO, Incar Dana Rp 227 Miliar
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Ilustrasi aktivitas bongkar muat batu bara

Perusahaan yang bergerak di bisnis pertambangan batu bara, PT Black Diamond Resources Tbk, bakal melantai di bursa saham Tanah Air pada awal September mendatang.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perusahaan, Black Diamond Resources berencana menawarkan sebanyak-banyaknya 1,75 miliar saham baru yang setara 25,93% dari modal disetor perusahaan dalam penawaran umum perdana saham perseroan.

Adapun, nilai nominal IPO ini sebesar  dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Harga penawaran awal perseroan berada di kisaran Rp 100 sampai dengan Rp 130 per sahamnya. Seluruh nilai penawaran umum sebanyak-banyaknya Rp 227,50 miliar.

Rencananya, dana yang diperoleh perseroan dari IPO akan digunakan sekitar Rp 40 miliar untuk disalurkan kepada entitas anak, PT Dayak Membangun Pratama (DMP) untuk belanja modal.

Advertisement

Kemudian, sebesar Rp 30,88 miilar akan disalurkan kepada DMP dan akan dipergunakan untuk membayar utang lain-lain DMP kepada kontraktor PT Heral Eranio Jaya dan CV Putra Jaya atas pekerjaan pembangunan infrastruktur jalan. PT Heral Eranio Jaya dan CV Putra Jaya selaku kontraktor bukanlah perusahaan yang terafiliasi dengan Perseroan dan DMP.

Selanjutnya, sekitar Rp 9,11 miliar akan digunakan untuk pembangunan mess karyawan dan workshop DMP. Sisanya akan disalurkan kepada DMP dan digunakan untuk untuk modal kerja antara lain untuk membayar vendors dan suppliers DMP dan lainnya.

Setelah IPO, porsi kepemilikan pemegang saham akan berubah, saham Sukaja Lays berkurang menjadi 38,89% dari sebelumnya 52,50%. Selanjutnya, PT Esa Gemilang juga berkurang menjadi 22,22% dari sebelumnya 30%. Sementara itu, kepemilikan saham kurang dari 6% masing-masing dimiliki oleh Arie Rinaldi, PT Alam Tulus Abadi, Herry Sen. Sisanya, sebesar 25,93% akan dimiliki investor publik.

Perseroan menunjuk PT Surya Fajar Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi efek. Masa penawaran awal berlangsung sejak 12 Agustus sampai dengan 22 Agustus 2022. Perkiraan efektif dijadwalkan pada 29 Agustus 2022.

Sedangkan, masa penawaran umum akan berlangsung pada 31 Agustus 2022 sampai dengan 5 September 2022 dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 September 2022.

Sebagai gambaran, fokus bisnis utama Black Diamond Resousces adalah pembangunan dan pengembangan bisnis pertambangan batu bara dan pertambangan. Lokasi penambangan utama perseroan berada di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah seluas 4.883 hektare. Kapasitas produksinya sebanyak 60 juta ton dengan batu bara yang diproduksi kalori GAR 5.500 kkal/kg.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait