BI Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Kuartal III, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia (BI) menilai, pertumbuhan ekonomi Tanah Air ditopang oleh kondisi fundamental makro ekonomi yang kuat dan permintaan domestik yang terus meningkat.
Patricia Yashinta Desy Abigail
3 Oktober 2022, 13:33
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 5,5% di Kuartal III
Arief Kamaludin|KATADATA
Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat meningkat 5,5% pada kuartal ketiga tahun ini. Walau demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih kalah dengan Vietnam.

"Pada kuartal III pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,5%, insya Allah," kata Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Wahyu Agung Nugroho pada acara Pelatihan Wartawan, Bali, dikutip Senin (3/10). 

Dia mengatakan, prediksi pertumbuhan ekonomi tersebut dilatarbelakangi oleh permintaan domestik yang terus meningkat di tengah pemulihan ekonomi. Bahkan, capaian tersebut dapat melebihi pertumbuhan ekonomi pada kuartal dua tahun ini yang tercatat tumbuh sebesar 5,44%. 

Wahyu menyampaikan saat ini fundamental Indonesia sangat baik dalam hal mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global . "Fundamental Indonesia sangat kuat," katanya. 

Advertisement

Walaupun begitu, dia mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Vietnam lebih baik dibandingkan Indonesia. Tak hanya itu, BI juga memprediksi, pertumbuhan Indonesia bisa memcapai kisaran 4,5% sampai 5,3% pada akhir tahun.

Sebabnya, BI pun tidak segan menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) atau menjadi 4,25%. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility dengan besaran 50 bps menjadi 3,5%. Lalu, untuk lending facility sebesar 50 bps menjadi 5%. 

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik atau BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2022 tumbuh 5,44%, lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2021 yang tumbuh mencapai 5,01%. Kinerja perekonomian pada April-Juni tersebut diraih di tengah perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko resesi di banyak negara. 

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, produk domestik bruto atas dasar harga berlaku pada kuartal kedua mencapai 4.919,9 triliun. Sementara itu, PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp 2.923,7 triliun.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait