BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 35 Emiten, Ini Daftarnya

Syahrizal Sidik
1 Desember 2022, 07:10
BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham 35 Emiten, Ini Daftarnya
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
BEI menghentikan sementara 35 emiten karena terlambat menyampaikan laporan keuangan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan sementara (suspensi) saham 35 emiten sampai dengan 30 November 2022.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan otoritas bursa, 35 emiten yang sahamnya disuspen tersebut karena belum menyampaikan laporan keuangan interim per Juni 2022 dan belum membayar denda keterlambatan pembayaran senilai Rp 150 juta.

Mengacu ketentuan bursa, suatu emiten sahamnya dapat disuspensi jika selama 91 hari kalender sejak lampaunya batas waktu penyampaian laporan keuangan, perusahaan tercatat tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan.

Tidak hanya itu, suspensi diberlakukan apabila perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan namun tidak memenuhi kewajiban untuk membayar denda.

"Berdasarkan pemantauan kami, hingga tanggal 29 November 2022 terdapat 35 perusahaan tercatat yang belum menyampaikan laporan keuangan interim per 30 Juni 2022," bunyi pengumuman BEI, dikutip Kamis (1/12). 

Oleh sebab itu, BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan efek di pasar reguler dan pasar tunai sejak sesi pertama perdagangan efek pada 30 November 2022 bagi 35 emiten berikut:

1) PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)

2) PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY) 3) PT Golden Plantation Tbk (GOLL)

4) PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)

5) PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)

6) PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP)

7) PT Mitra Pemuda Tbk (MTRA)

8) PT Trinitan Metals And Minerals Tbk (PURE) 9) PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY)

10) PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

11) PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL)

12) PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)

13) PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS)

14) PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)

15) PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB)

16) PT Sugih Energy Tbk (SUGI)

17) PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM)

18) PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)

19) PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)

20) PT Cowell Development Tbk (COWL)

21) PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ)

22) PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)

23) PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME) 24) PT Steadfast Marine Tbk (KPAL)

25) PT Grand Kartech Tbk (KRAH)

26) PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)

27) PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS)

28) PT Hanson International Tbk (MYRX)

29) PT Nipress Tbk (NIPS)

30) PT Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)

31) PT Polaris Investama Tbk (PLAS)

32) PT Siwani Makmur Tbk (SIMA)

33) PT Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)

34) PT Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)

35) PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI)

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait