Direksi Bank Mandiri (BMRI) Ramai-ramai Borong Saham untuk Investasi

Patricia Yashinta Desy Abigail
13 Desember 2022, 17:09
Direksi Bank Mandiri (BMRI) Ramai-ramai Borong Saham untuk Investasi
Dokumentasi Bank Mandiri
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Sejumlah direksi PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menambah pundi-pundi kepemilikan sahamnya. Informasi tersebut disampaikan manajemen Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar memborong sebanyak 100.600 saham dengan harga Rp 9.950 per saham pada 9 Desember 2022 dengan transaksi senilai Rp 1 miliar. Atas transaksi itu, kepemilikan saham miliknya di BMRI meningkat menjadi 2.660.000 saham dibandingkan sebelumnya sebanyak 2.599.400 saham.

Sementara itu, Direktur Teknnologi Informasi Timothy Utama membeli sebanyak 35.000 saham dengan harga pelaksanaan Rp 9.850 per saham pada 9 Desember 2022 dengan nilai transaksi Rp 344,75 juta. Dengan demikian, porsi kepemilikan saham Timothy meningkat menjadi sebanyak 602.100 saham dari sebelumnya 567.000 saham.

Menurut informasi tertulis, tujuan transaksi yang dilakukan para petinggi BMRI tersebut untuk investasi.

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk, Sigit Prastowo, menggelontorkan dana pribadinya sekitar Rp 3 miliar untuk menambah kepemilikan saham perusahaan tempatnya bekerja saat ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), mantan Direktur Utama PT Bank DKI itu meningkatkan kepemilikan saham BMRI miliknya dengan total sebanyak 300 ribu lembar saham di rentang harga pembelian Rp 10.100 hingga Rp 9.975 per saham. Adapun, transaksi berlangsung sebanyak dua kali, yakni 28 Oktober 2022 dan 3 November 2022.

Secara rinci disebutkan, mantan Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI periode 2020 ini juga merogoh kocek sekitar Rp 1,01 miliar untuk membeli 100 ribu saham dengan harga pembelian Rp 10.100 pada 28 Oktober 2022.

Pada perdangan Selasa (13/12) ini, harga saham Bank Mandiri terpantau melemah 0,50% ke level Rp 9.900 per saham. Hari ini, sahamnya diperdagangkan di kisaran Rp 9.775 sampai dengan Rp 10.000 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 462 triliun. Adapun, sejak awal tahun ini, harga saham BMRI sudah naik 40,93%.

Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait