Kebijakan moneter Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 bps secara agresif menanggapi tekanan eksternal dan inflasi, namun menghadapi tantangan asimetri dengan kebijakan fiskal.
Indonesia diingatkan untuk belajar dari sejarah krisis 1997-1998 karena menunjukkan gejala serupa pelemahan fiskal dan perlunya reformasi ekonomi yang nyata seperti dilakukan Habibie dan Megawati.
Analisis ekonomi Indonesia mengungkap dilema di balik pencapaian, dari rupiah yang melemah hingga dominasi belanja pemerintah yang menyempitkan ruang swasta.
Perubahan iklim membebani ekonomi daerah melalui bencana hidrometeorologi yang mengalihkan anggaran pembangunan untuk penanganan darurat dan rehabilitasi.
Pemerintah menjalankan efisiensi APBN sebagai kebijakan strategis untuk mengelola defisit dan menjaga kesehatan keuangan negara di tengah berbagai program prioritas.
Warisan burden sharing membuat independensi bank sentral sebagai otoritas moneter semakin rentan, karena harus terus memikul beban portofolio utang pemerintah.
Bloomberg Intelligence memproyeksikan ekonomi RI tumbuh stabil 5% pada 2026. IHSG menguat, inflasi terkendali, meski obligasi dan rupiah masih menghadapi tekanan fiskal.