Mendag Bantah Harga Mie Akan Naik 3 Kali Lipat, Pasokan Gandum Naik

Pasokan gandum bertambah karena negara produsen mulai panen dan Rusia kembali menyuplai komoditas tersebut ke berbagai negara.
Tia Dwitiani Komalasari
10 Agustus 2022, 16:48
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) mengamati minyak goreng kemasan saat berkunjung ke gudang produksi minyak goreng Incasi Raya di Padang, Sumatera Barat, Minggu (7/8/2022). Kunjungan tersebut untuk memastikan ketersedian stok minyak goreng cukup
ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/foc.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) mengamati minyak goreng kemasan saat berkunjung ke gudang produksi minyak goreng Incasi Raya di Padang, Sumatera Barat, Minggu (7/8/2022). Kunjungan tersebut untuk memastikan ketersedian stok minyak goreng cukup untuk didistribusikan.

Kenaikan harga gandum dunia berdampak pada industri dalam negeri karena Indonesia masih mengimpor bahan baku tersebut. Kenaikan tersebut juga berdampak pada harga jual produk-produk yang menggunakan mie, termasuk mie instan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahkan mengatakan bahwa harga mie akan naik tiga kali lipat. Mie menggunakan bahan baku gandum yang harganya menjadi mahal karena perubahan iklim, pembatasan Covid-19, dan Perang Rusia-Ukraina.

Namun, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyanggah jika harga mie akan naik tiga kali lipat karena harga gandum naik. Menurut menteri yang akrab dipanggil Zulhas ini pasokan harga gandum bertambah sehingga harganya berangsur turun.

Zulhas mengatakan, pasokan gandum sempat berkurang karena negara produsen sempat gagal panen seperti Kanada, Amerika Serikat dan negara-negara Amerika Selatan. Namun kini negara produsen tersebut telah memperbaiki produksi gandumnya.

Advertisement

"Enggak (akan naik tiga kali lipat). Dulu kan Kanada dan Amerika gagal panennya, sekarang panennya sukses. Apalagi Ukraina mulai jual (ekspor), jadi saya kira tidak akan ada kenaikan juga," ujarnya setelah membuka Trade Expo Indonesia, Rabu (10/8).

Ukraina merupakan sumber impor gandum terbesar bagi Indonesia, disusul oleh Argentina, Kanada, Amerika Serikat dan Australia. Setelah terhenti akibat invasi Rusia, Ukraina mulai kembali melakukan ekspor gandum.

Berdasarkan data Bank Dunia, harga gandum global turun pada Juni 2022. Rata-rata bulanan harga gandum tumbuh 60,94% jadi US$459,59 per ton pada bulan Juni dari tahun sebelumnya, menurut data dari Bank Dunia.

Laju pertumbuhan itu lebih lambat dari bulan sebelumnya yang naik 75,71%. Pada Mei, harga gandum mencapai US$522,29.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait