Trade Expo Indonesia Digelar Oktober, Ada Jakarta Muslim Fashion Week

Kementerian Perdagangan membidik transaksi hingga US$ 10 miliar pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37.
Tia Dwitiani Komalasari
10 Agustus 2022, 18:03
Terdapat juga pernak pernik seperti kalung yang di jajahkan dalam acara Threas Expo 2018, ICE BSD (24/10).
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Terdapat juga pernak pernik seperti kalung yang di jajahkan dalam acara Threas Expo 2018, ICE BSD (24/10).

Kementerian Perdagangan membidik transaksi hingga US$ 10 miliar pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37. Trade Expo Indonesia akan diselenggarakan pada 19-23 Oktober 2021 untuk sesi luar jaringan (luring) di ICE BSD, Tangerang, dan 19 Oktober-19 Desember 2022 untuk sesi dalam jaringan (daring).

"Jika pada TEI tahun lalu membukukan transaksi US$ 6,06 miliar dolar AS, maka kami optimistis tahun ini Insya Allah dapat mencapai0 US$ 10 miliar," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat meresmikan TEI ke-37 di Jakarta, Rabu (10/8).

Mendag menyampaikan, kegiatan promosi, misi dagang, pameran, pertemuan bisnis, yang saat ini hanya dapat dilakukan secara terbatas, akan dituangkan dalam acara promosi terintegrasi, yakni TEI ke-37. Dengan mengangkat tema "Strengthening Global Market for Stronger Recovery", TEI ke-37 dapat menjadi titik balik kembalinya geliat ekonomi Indonesia dan global pascapandemi.

Mendag menyampaikan, TEI 37 akan memberikan kemudahan, kenyamanan bagi para pengunjung dan buyers dengan dapat melihat langsung produk-produk berkualitas yang dipamerkan.Selain itu, melalui platform digital, kegiatan interaktif  antara seller dan buyer berjalan lebih efisien dan efektif.

Advertisement

Sebagai upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat produk halal dan pusat fesyen muslim dunia, Kemendag juga akan menggelar Jakarta Muslim Fashion Week pada 20-22 Oktober 2022, sebagai rangkaian dari kegiatan TEI ke-37.

"Kami juga akan bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan asosiasi untuk menyukseskan acara tersebut," ujar Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi menyampaikan, TEI ke-36 tahun lalu dilaksanakan dengan konsep digital. Trade Expo Indonesia berhasil diikuti oleh 834 peserta dengan pembeli berjumlah 8.220 dan pengunjung 32.030 dari mancanegara.

"Acara tersebut membukukan capaian transaksinya 6,06 miliar dolar AS," ujar Didi.

Kemendag optimistis bahwa TEI tahun ini akan diikuti lebih banyak peserta, pengunjung, dan pembeli. Apalagi saat ini merupakan  momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Oleh karenanya kami targetkan tahun ini TEI mudah-mudahan bisa menghadirkan 1.000 peserta, 66.000 pengunjung baik online dan offline mancanegara, dengan transaksi dagang 10 miliar dolar AS, atau naik 65 persen dari capaian tahun lalu," ujar Didi.

Untuk itu dengan menampilkan produk potensial dari seluruh Indonesia, Kemendag telah melakukan rangkaian kegiatan sosialisasi dan penjaringan peserta baik offline maupun online dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait, dinas yang membidangi perdagangan, serta asosiasi usaha.

"Kami juga menggandeng perwakilan Indonesia di luar negeri, untuk mengundang importir di negara masing-masing guna menyukseskan TEI tahun ini," ujar Didi.

Brand Finance Apparel kembali menobatkan Nike sebagai produk fesyen dengan nilai merek terbesar di dunia. Produk asal Amerika Serikat itu menghasilkan US$ 30,44 miliar atau Rp 438,67 triliun pada 2021 (kurs US$ = Rp 14.411).

Meski demikian, angka tersebut tercatat turun 12,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada 2020, nilai merek Nike mencapai US$ 34,79 miliar.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait