BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Segera Cair, Alokasi untuk 8,8 Juta Pekerja

Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenaker saat ini sedang menunggu daftar penerima BLT subsidi gaji yang akan diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Andi M. Arief
16 Agustus 2022, 13:43
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan paparannya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022). Rapat tersebut membahas kesiapan dan perkembangan penyelenggaraan program Jaminan Kehil
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyampaikan paparannya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (21/3/2022). Rapat tersebut membahas kesiapan dan perkembangan penyelenggaraan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Jaminan Sosial Tenaga Kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenaker saat ini sedang menunggu daftar penerima bantuan langsung tunai atau BLT berupa subsidi gaji tahun ini. BLT subsidi gaji yang akan diberikan senilai Rp 1 juta kepada 8,8 juta pekerja.

Dengan kata lain, total anggaran untuk BLT subsidi gaji pada tahun ini mencapai Rp 8,8 triliun atau lebih tinggi dari realisasi BLT subsidi gaji 2021 senilai Rp 7,48 triliun. Pada tahun ini, sumber dana BLT subsidi gaji masih berasal dari Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

"Kami akan menunggu exercise pencairan dananya seperti apa, karena posisi Kemenaker kan menyalurkan. Dananya sudah teralokasi, tinggal menunggu daftar siapa yang berhak mendapatkan subsidi tersebut, kami belum dapat arahan dari Pak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di Kompleks Gedung DPR, Selasa (16/8).

Di sisi lain, Ida mengatakan, tingkat pengangguran saat ini ada di posisi 5,8% atau sesuai dengan target  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Menurutnya, rasio pengangguran sebesar 5,8% telah dicapai sejak Februari 2022.

Ida menargetkan rasio pengangguran saat ini akan dijaga hingga akhir 2022. Ida belum mengumumkan target rasio pengangguran pada 2023, namun Ida menargetkan rasio pengangguran tahun depan akan lebih rendah dari 5,8%.

Untuk mencapai target tersebut, strategi yang akan Ida gunakan adalah mendorong peningkatan penanaman modal dalam negeri atau PMDN. Oleh karena itu, Ida akan mengatur kondisi hubungan industrial yang lebih kondusif di dalam negeri.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi investasi sepanjang periode Januari-Juni 2022 (Semester I) mencapai Rp 584,6 triliun, Angka tersebut naik sebesar 32% dibanding dengan periode yang sama pada 2021 (year on year) senilai Rp 442,87 triliun .

Adapun, PMDN berkontribusi sebesar 46,9% dari total investasi tersebut atau senilai Rp 274,2 triliun. Capaian tersebut naik 28% secara tahunan dari capaian Januari-Juni 2021 sekitar Rp 214,21 triliun.

Tenaga kerja yang terserap dari investasi tersebut mencapai 639.547 orang. Sektor investasi terbanyak pada Januari-Juni 2022 adalah industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya senilai Rp 87,9 triliun.

Jobstreet baru saja merilis laporan Job Outlook Report 2022. Berdasarkan laporan tersebut, terdapat peningkatan jumlah lowongan kerja hingga dua kali lipat dari 2020 ke 2021 seiring dengan peningkatan vaksinasi Covid-19 lengkap.

Advertisement

Transportasi menjadi industri yang paling banyak mengalami peningkatan jumlah lamaran pekerjaan, mencapai 40,3% atau naik 4,1 juta lamaran. Industri berikutnya yang mengalami peningkatan lamaran secara signifikan adalah ritel dan perdagangan, yaitu 32,5% (naik 3,1 juta lamaran). Diikuti industri manufaktur (31%) dan produk konsumen (30,1%).

Laporan ini juga mencatat total lamaran kerja di 2021 sebanyak 110,8 juta lamaran. Industri manufaktur menjadi industri dengan volume lamaran terbanyak dan Admin & HR menjadi spesialisasi dengan volume lamaran terbanyak.

Adapun, gaji dan kompensasi menjadi faktor terpenting bagi pekerja di Indonesia. Selain gaji, peluang pengembangan karir dan jaminan pekerjaan juga masuk dalam faktor yang dipertimbangkan pekerja.


 

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait