Harga Cabai di Jakarta Meroket Hingga Rp 80.000, Pedagang Sepi Pembeli

Kenaikan harga cabai menyebabkan pedagang mengurangi porsi penjualannya karena sepi pembeli.
Image title
19 September 2022, 14:31
Pedagang mengambil cabai merah keriting untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/7/2022). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/rwa.
Pedagang mengambil cabai merah keriting untuk ditimbang di Pasar Senen, Jakarta, Rabu (13/7/2022).

Harga cabai rawit merah dan cabai merah melonjak di pasar tradisional. Kenaikan harga tersebut terjadi di tengah pasokan yang normal dari pasar induk.

Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id di Pasar Tradisional Pondok Labu, Jakarta Selatan, harga cabai menyentuh Rp.80.000 per kilogram (kg). Salah satu pedagang bahan pokok, Imah, mengatakan harga cabairawit merah melonjak dari harga bulan lalu mencapai Rp 50.000 per kg.

"Jadi kenaikannya mencapai Rp.30.000, kalau dibandingkan dengan bulan kemarin ya," ujar Imah di Pasar Pondok Labu, Jakarta, kepada Katadata.co.id, Senin (19/9)

Sementara untuk harga cabai merah menyentuh Rp.65.000 per kg. Bulan lalu, harga cabai merah di Pasar Pondok Labu mencapai Rp 45.000 per kg.

Advertisement

Imah mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga cabai tersebut. Pasalnya stok cabai saat ini masih normal. Namun dia menduga jika kenaikan harga cabai disebabkan karena kenaikan tarif bahan bakar minyak.

Pembeli Cabai Berkurang

Akibat kenaikan harga tersebut, pedagang memilih untuk mengurangi pembelian cabainya. Selain itu, kenaikan ini juga mengakibatkan penurunan pembeli.

 “Jadi kita juga harga jualnya susah, dari yang tadinya rata-rata beli cabai setengah kilogram, sekarang paling belinya cuma 1 ons atau seperempat kilogram,” ujar Imah.

Padagang cabai lainnya di Pasar Pondok Labu, Heri Purnomo, mengatakan bahwa cabai rawit merah mengalami lonjakan kenaikan harga hingga Rp. 80.000 per kg, yang sebelumnya ia jual Rp.60.000 per kilogram (kg). Sedangkan untuk cabe merah menyentuh harga Rp.70.000 per kg, dari yang sebelumnya ia jual Rp. 50.000 per kg.

Heri juga mengatakan, dirinya tidak tahu pasti apa yang menyebabkan harga cabai menjadi sangat naik drastis seperti saat ini. “Kita juga nggak tau pasti ya kak, kenaikan harganya tuh karena apa, tapi kayaknya yang jelas ikut naik, akibat kenaikan harga BBM, jadi semua harga ikutan naik,” ujar Heri. 

Dia berharap, harga cabai bisa turun ke harga bulan sebelumnya. Dengan demikian, jumlah pembelian cabai bisa naik kembali.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Nasional yang dikeluarkan Bank Indonesia, rata-rata nasional harga cabai rawit merah mencapai Rp 69.050 per kg. Rata-rata harga cabai rawit merah di DKI Jakarta mencapai Rp 77.500 per kg.

Sementara harga cabai rawit merah tertinggi ada di Maluku Utara yang mencapai Rp 110.000 pe kg. Harga cabai rwit merah terendah ada di Sulawesi Selatan yang mencapai Rp 43.650 per kg. 

Rata-rata nasional harga cabai merah mencapai Rp 59.050 per kg.  Harga cabai merah tertinggi ada di Kalimantan Barat mencapai Rp 102.500 per kg. Sementara daerah dengan rata-rata harga cabai terendah adalah Jawa Timur yang mencapai Rp 33.550 per kg.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi cabai rawit di Indonesia mencapai 1,51 juta ton pada 2020. Jumlah ini meningkat 9,76% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang sebesar 1,37 juta ton.

 

 

 

 

Reporter: Nadya Zahira
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait