Andalkan Milenial, Pemerintah Targetkan 1,4 Miliar Perjalanan Wisnus

Produk wisata yang paling diminati oleh wisnus gen Z dan milenial adalah eco tourism dan staycation.
Andi M. Arief
29 September 2022, 13:47
Wisatawan berlibur di Pantai Pondok Bali, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/9/2022).
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Wisatawan berlibur di Pantai Pondok Bali, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Minggu (11/9/2022).

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Parekraf akan menaikkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara atau wisnus menjadi 1,4 miliar kali pada 2023. Target tersebut telah mengantisipasi pelemahan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Seperti diketahui, target perjalanan wisnus tahun depan naik 154,54% dari target tahun ini sebanyak 550 juta kali. Lonjakan target tersebut didorong oleh keyakinan pemerintah dalam inovasi paket wisata yang ditawarkan desa wisata maupun agen perjalanan.

"Saya cukup optimistis target 2023 tercapai. Selama ini kita bisa inovatif menghadirkan produk-produk wisata, seperti eco-tourism dan sport tourism," kata Menteri Parekraf Sandiaga S Uno usai Indonesia Millennial and Gen-Z Summit 2022, Kamis (29/9).

Selain itu, Sandiaga mengaku optimistis target 2023 tercapai lantaran pertumbuhan industri pariwisata secara tahun berjalan mencapai dua kali lebih cepat dibandingkan ekonomi nasional. Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2022 mencapai 5,44%.

Produk wisata yang disukai Milenial dan Gen Z

Selain itu, Sandiaga melaporkan target perjalanan wisnus pada tahun ini telah tercapai pada Agustus 2022. Sandiaga medata volume perjalanan wisnus di dalam negeri telah lebih dari 600 juta kali selama Januari-Agustus 2022.

Dia menilai pariwisata berbasis alam dan olahraga akan menjadi fokus utama pada 2023. Selain itu, Sandiaga menyebutkan potensi wisata yang mudah dan terjangkau atau low hanging fruit juga masih belum dioptimalkan.

Berdasarkan Gen Z Report 2022, kegiatan wisata yang paling populer di generasi Milenial dan Z adalah pariwisata berbasis lingkungan atau lebih dari 40%. Selain itu, sekitar 30% Milenial dan Generasi Z memilih liburan di rumah atau staycation.

Untuk menghadapi musim liburan Natal dan Tahun Baru 2023, Sandiaga telah melakukan pertemuan intensif dengan pihak maskapai penerbangan. Tujuan pertemuan tersebut adalah mendorong maskapai penerbangan untuk menambah jumlah penerbangan pada akhir tahun dan menerapkan penentuan harga tiket yang fleksibel.

"Libur akhir tahun ini akan sangat meningkatkan kunjungan wisatawan. Harus dipastikan paket-paket wisatanya juga kolaboratif antara destinasi wisata dan perusahaan aviasi ini," kata Sandiaga.

Namun demikian, Sandiaga sebelumnya menilai kenaikan harga BBM akan berdampak pada industri parekraf. Menurutnya, harga BBM saat ini akan menaikkan rata-rata harga produk ekonomi kreatif hingga 20%, khususnya produk kuliner, fashion, dan kriya.

Selain itu, biaya wisata akan naik, khususnya destinasi wisata yang bisa dicapai dengan transportasi darat dan laut. Sandiaga menilai kenaikan harga BBM tersebut akan menurunkan tingkat perjalanan bulanan wisatawan nusantara atau wisnus hingga 20%.

Sebagai informasi, harga BBM, khususnya Pertalite dan Solar naik lebih dari 30%. secara rinci, harga Pertalite naik 30,7% menjadi Rp 10.000 per liter, sementara itu harga Solar naik 32,03% menjadi Rp 6.800 per liter.

Advertisement

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 603,2 juta perjalanan wisatawan nusantara alias turis lokal sepanjang 2021. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang sebanyak 14,95% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 524,57 juta perjalanan.

Berdasarkan tujuannya, Jawa Timur merupakan provinsi yang paling banyak dikunjungi turis lokal. Jumlahnya sebanyak 155,49 juta perjalanan atau setara 25,79% dari total perjalanan wisatawan nusantara.

Grafik:

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait