Infrastruktur

22 Februari 2018

Rentetan Kecelakaan Proyek Infrastruktur

Kecelakaan konstruksi pada proyek infrastruktur kembali terjadi. Pada Selasa (20/2), tiang pancang proyek Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) roboh. Akibatnya, sebanyak tujuh orang mengalami luka-luka.

Peristiwa tersebut menambah panjang daftar kecelakaan konstruksi dalam enam bulan terakhir (September 2017-Februari 2018). Dalam kurun waktu itu setidaknya terjadi 12 kasus dengan jumlah korban tewas sebanyak tujuh orang dan luka-luka sebanyak 17 orang.

Maraknya kasus kecelakaan konstruksi mematik reaksi Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia ini meminta proyek-proyek infrastruktur dievaluasi. Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Perhubungan serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera menggelar rapat untuk merespon arahan Presiden.

Rapat tersebut menghasilkan keputusan untuk menghentikan sementara proyek-proyek infrastruktur berat yang memiliki struktur melayang (elevated). Jangka waktu penghentiannya ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi konsultan independen yang dikomandoi Asosiasi Kontraktor Indonesia.

Evaluasi meliputi desain konstruksi, metodologi kerja, standar prosedur operasional (SOP), sumber daya manusia, peralatan, termasuk pengawasannya. Semua indikator ini dinilai berpengaruh pada kecelakaan konstruksi yang kerap terjadi akhir-akhir ini.