Makro

8/1/2020, 13.31 WIB

Video: Prospek Ekonomi dan Politik 2020

Perekonomian dunia tahun depan diprediksi melambat karena beberapa negara besar, seperti AS dan Tiongkok mengalami perlambatan ekonomi. Beberapa negara bahkan terancam resesi. Belum lagi perang dagang AS-Tiongkok yang tak kunjung usai. Gambaran ini akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020.

Di tengah situasi global yang kurang menguntungkan tersebut, Indonesia dinilai dapat merebut peluang. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya, melalui peningkatan sumber daya manusia hingga memangkas rantai distribusi.

Sementara Kepala Ekonom DBS Bank Indonesia, Masyita Crystallin mengatakan, Indonesia saat ini sudah sesuai jalur untuk mengejar pertumbuhan ekonomi. Namun dia menyorot peningkatan pertumbuhan industri manufaktur, terutama yang memiliki nilai tambah. Sektor ini dinilai banyak menyerap tenaga kerja.

Sementara dari sisi politik, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijayamengatakan, politik tidak terlalu berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Alhasil tak ada yang perlu dikhawatirkan dari pilkada serentak akan berlangsung tahun ini.

Pengacara senior Soenarto Pardi mengatakan, salah satu tantangan yang mesti diselesaikan pemerintah untuk mendorong investasi adalah menyingkat perizinan. Menurutnya, yang jadi masalah bukan izin pendirian perusahaan, melainkan izin operasional perusahaan yang berbelit-belit.