Vaksinasi Tak Jamin Bebas Covid-19, Gerakan 3M dan 3T Terus Berlanjut

Kunci menghentikan penyebaran Covid-19 dengan gerakan 3M dan 3T. Program vaksinasi hanya pelengkap.
Yuliawati
8 Desember 2020, 09:09
pandemi corona, vaksin virus corona, covid-19, gerakan 3M, gerakan 3T, protokol kesehatan
ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/aww.
Prajurit TNI AL awak KRI Bima Suci melakukan tes cepat atau rapid test di geladak KRI Bima Suci-945 saat sandar di Dermaga Lantamal XIV Sorong, Papua Barat, Selasa (8/12/2020).

Pemerintah meminta masyarakat tetap mewaspadai penyebaran virus corona meski program vaksinasi berjalan. Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan pentingnya masyarakat memberlakukan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

"Meski sudah ada vaksin, kita tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Doni dalam keterangan pers, Selasa (8/12).

Doni menyebutkan kunci utama dalam mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan 3M atau mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu Presiden Joko Widodo menyampaikan upaya 3M dibarengi dengan 3T atau tracing, testing dan treatment untuk memutus mata rantai penularan Covid-19.

Staf Bidang Penanganan Kesehatan dan Tim Pakar Satgas Covid-19 Budi Santoso mengatakan program vaksinasi hanyalah pelengkap. Strategi utama dalam menghentikan penyebaran Covid-19 tetaplah 3M dan 3T.

“Protokol 3M dan 3T tetap berjalan tidak akan terpengaruh oleh vaksinasi. Program vaksinasi itu pelengkap dari semua upaya pemerintah, bukan untuk menggantikan satu sama lain,” kata Budi pada Katadata Forum Virtual Series bertajuk Lawan Penyebaran COVID-19 Dengan 3T, Jumat (4/12).

Budi menjeaskan bahwa vaksinasi adalah upaya mempercepat terbentuknya herd imunity. Menurut WHO, herd imunity atau kekebalan masyarakat adalah sebuah kondisi di mana sebuah populasi dapat terlindungi dari virus karena sebagian besar anggota populasinya tidak terpapar virus dan melindungi sebagian kecil lainnya.

Budi menyebut program vaksinasi menjadi penting lantaran dapat melindungi populasi yang tidak dapat menggunakan vaksin atau perlu menunggu untuk dapat memperoleh vaksin Covid-19. Sebab, vaksin sendiri memiliki efek samping yang akhirnya tidak dapat dikonsumsi oleh semua orang dengan penyakit lain yang sudah lebih dulu ada di tubuh orang tersebut.

“Fungsi dari vaksinasi adalah untuk mereka yang belum mendapat vaksinasi, terutama mereka yang memiliki penyakit lainnya yang dapat memperburuk efek samping vaksinasi,” ujarnya.

Dia mengingatkan vaksin merupakan sarana untuk membangun imunitas tubuh, bukan mengobati penyakit. Vaksin tersebut bekerja dengan mempersiapkan sistem pertahanan tubuh atau imunitas tubuh. "Supaya ketika ada virus atau bakteri yang masuk, sistem pertahanan tubuh sudah bisa mendeteksi dan menghancurkannya. Tentunya hal ini akan mencegah penyakit terjadi di tubuh seseorang," kata dia.

Budi menyebut bahwa dengan menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dapat menekan laju penularan penyakit antar populasi masyarakat hingga lebih dari 90%-95%. Protokol kesehatan 3M ini bermanfaat mencegah penyakit pernafasan bukan hanya pada Covid-19.

Advertisement

Beberapa negarasudah memberlakukan protokol kesehatan sebelum pandemi, di antaranya Jepang. "Sebelum Covid-19 pun kalau mereka batuk, pilek, bersin-bersin mereka menggunakan masker,” ujarnya.

Penerapan 3M pun dapat terus dipraktekan setelah pandemi corona berakhir. Budi menyebut penerapan protokol ini sebagai ajang bagi masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas hidup. “Misalnya penyakit seperti TBC atau penyakit lainnya yang transmisinya dapat melalui droplet. Itu sangat efektif menghentikan penularan bila menerapkan 3M," kata Budi.

 

Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait