Pfizer Mulai Uji Coba Obat Minum untuk Pasien Covid-19

Pfizer menamakan antivirusnya PF-07321332, mengklaim dapat mencegah virus melakukan replikasi di dalam sel.
Yuliawati
24 Maret 2021, 15:42
obat oral covid-19, pfizer
ANTARA FOTO/REUTERS/Matthew Childs/WSJ/cf
Logo Pfizer terlihat di lokasi pemasok global di Havant, Britain, Senin (1/2/2021).

Perusahaan farmasi Pfizer mulai uji coba tahap awal obat antivirus Covid-19 untuk pasien dengan gejala awal infeksi. Berdasarkan hasil riset laboratorium, obat oral atau yang diminum ini menunjukkan potensi perlawanan terhadap SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Antivirus yang dinamakan PF-07321332, merupakan inhibitor protease yang mencegah virus melakukan replikasi di dalam sel. Inhibitor protease efektif dalam mengobati patogen virus lainnya seperti HIV dan virus hepatitis C, baik secara mandiri maupun digabungkan dengan antivirus lainnya.

Pfizer meyakini antivirus yang dikembangkan dapat memberikan pengobatan yang baik melawan Covid-19. Hingga saat ini pengobatan lain dengan metode yang sama tak memiliki masalah keamanan.

Perusahaan itu juga sedang mengkaji kandidat antivirus yang diberikan secara intravena atau melalui injeksi infus dalam uji coba tahap awal terhadap pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap.

"Keduanya (kandidat antivirus oral dan intravena) memiliki potensi untuk membentuk paradigma pengobatan saling terkait yang menyempurnakan vaksinasi di mana kasus infeksi masih terjadi," kata Kepala Medis Pfizer Mikael Dolsten dikutip dari Reuters, Rabu (24/3).



Pfizer merupakan perusahaan yang mengembangkan vaksin Covid-19 berlisensi pertama di Amerika Serikat bersama mitranya asal Jerman BioNTech.  Selain Pfizer, kandidat obat oral antivirus yang dalam uji coba tahap menengah sedang dikembangkan oleh Merck & Co bersama Ridgeback Bio dan Roche Holding yang bermitra dengan Atea Pharmaceuticals.

Saat ini, Remdesivir produksi Gilead Sciences, merupakan satu-satunya obat yang direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk pengobatan Covid-19.

FDA juga mengeluarkan izin penggunaan darurat untuk pengobatan intravena buatan Eli Lilly yang dikombinasikan dengan etesevimab, dan pengobatan gabungan dari Regeneron.

 

Advertisement
Reporter: Antara

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait