Jokowi Kembali Ingatkan Masyarakat untuk Berdamai dengan Covid-19

Jokowi mengatakan masyarakat perlu memahami Covid-19 tidak akan hilang sehingga tidak menjalankan aktivitas dengan euforia atau senang-senang secara berlebihan.
Image title
10 September 2021, 12:13
Jokowi, Covid-19, protokol kesehatan, gerakan 3M
Katadata
Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 lewat penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Presiden Jokowi kembali mengingatkan masyarakat Indonesia untuk belajar hidup berdampingan dengan Covid-19. Alasannya, virus corona asal Wuhan, Tiongkok tersebut tak akan hilang atau musnah dari bumi.

Jokowi mengingatkan kembali pesan yang pernah dia utarakan tahun lalu tersebut saat hari ini meninjau vaksinasi Covid-19 di Yogyakarta. "Kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan mulai belajar hidup bersama Covid-19," kata Jokowi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, Jumat (10/9).

Dia mengatakan penting  buat masyarakat memahami Covid-19 tidak akan hilang sehingga tidak menjalankan aktivitas dengan euforia atau senang-senang secara berlebihan. Selama berdampingan dengan Covid-19, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama pemakaian masker.

Dalam kesempatan itu, Jokowi meninjau vaksinasi untuk 375 pelajar Sekolah Luar Biasa. Mantan Wali Kota Solo itu berharap, vaksinasi bisa memberikan perlindungan maksimal kepada para pelajar."Vaksinasi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 termasuk varian delta," katanya.

Sebelumnya, Jokowi juga meninjau vaksinasi corona kepada disabilitas, abdi dalem, lansia, dan mitra Grab Indonesia. Vaksinasi itu dilakukan kepada 8 ribu orang masyarakat di Bantul.

Jokowi mengatakan bila semakin banyak masyarakat menerima vaksin Covid-19, maka diharapkan target suntikan ke 70% masyarakat akan tercapai di akhir tahun ini.

Pada Mei 2020, Jokowi pernah menyampaikan pesan lewat akun resmi media sosial agar masyarakat berdamai dengan corona. Jokowi mengutip WHO yang menyebutkan virus ini tak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Ketika itu pesan Jokowi menuai kritik di masyarakat karena salah dipahami. 

Baru-baru ini pakar WHO kembali mengingatkan virus Covid-19 akan menetap karena terus bermutasi di negara-negara yang tidak divaksinasi di seluruh dunia. Sehingga makin berkurang harapan untuk memberantasnya.

“Saya pikir virus ini ada di sini untuk tinggal bersama kita dan akan berkembang seperti virus pandemi influenza, itu akan berkembang menjadi salah satu virus lain yang mempengaruhi kita,” kata direktur eksekutif Program Darurat Kesehatan WHO, Mike Ryan, dikutip dari CNBC International, Kamis (9/9).

Pejabat di badan kesehatan global itu sebelumnya mengatakan vaksin tidak menjamin dunia akan membasmi Covid-19 seperti virus lainnya. Beberapa pakar kesehatan terkemuka, termasuk kepala penasihat medis Gedung Putih Anthony Fauci dan Stephane Bancel, CEO pembuat vaksin Covid Moderna, telah memperingatkan bahwa dunia harus hidup dengan Covid selamanya, seperti halnya influenza.

"Orang-orang mengatakan kami akan menghilangkan atau membasmi virus," kata Ryan. "Tidak, kami tidak, sangat, sangat tidak mungkin."

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk Covid-19, mengatakan bila sejak awal dunia mengambil langkah menghentikan penyebaran virus, situasi  pandemi bisa sangat berbeda. “Pandemi ini tidak perlu seburuk ini.”

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait