RI Kaji Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Vaksin Pfizer baru mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk anak usia 12 tahun ke atas.
Image title
21 September 2021, 16:59
Pfizer, vaksin, anak
ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/hp/cf
Botol kecil dengan label vaksin penyakit virus korona (COVID-19) Pfizer-BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna terlihat dalam foto ilustrasi yang diambil Jumat (19/3/2021).

Perusahaan obat-obatan asal Amerika Serikat, Pfizer Inc. menyatakan vaksinnya aman untuk anak usia 5-11 tahun. Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) pun mengkaji penggunaan vaksin tersebut untuk usia 5-11 tahun.

"Belum (memberikan rekomendasi penggunaan Pfizer untuk anak-anak). Masih dikaji," kata Sekretaris Eksekutif ITAGI Julitasari Sundoro kepada Katadata.co.id, Selasa (21/9).

Ia menyatakan vaksin Pfizer baru mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk anak usia 12 tahun ke atas. Sedangkan, EUA untuk anak usia 5-11 tahun belum diterbitkan.

Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari ITAGI terkait penggunaan Pfizer untuk anak di bawah 12 tahun. "Nanti kami lihat ya rekomendasi dari ITAGI," katanya.



Sebelumnya, Pfizer menyatakan vaksin Covid-19 yang dibuat bersama dengan BioNTech aman dan efektif digunakan anak-anak usia 5 sampai 11 tahun. Saat ini, mereka akan mengajukan permohonan agar vaksin Comirnaty dapat digunakan pada kelompok usia tersebut di AS, Eropa dan negara-negara lain.

Pfizer mengatakan bahwa vaksin suntikan dua dosis vasin bisa menghasilkan respons kekebalan terhadap anak usia 5 sampai 11 tahun dalam uji klinis tahap II dan III. Hasil tersebut sama dengan hasil yang diamati dari rentang usia 16 sampai 25 tahun pada uji klinis sebelumnya.

Mereka menyatakan indikator keamanan yang dihasilkan secara umum juga sebanding dengan kelompok usia yang lebih tua. “Hasil uji klinis ini memberikan fondasi yang kuat untuk meminta persetujuan penggunaan vaksin pada anak 5-11 tahun,” kata Presiden Direktur Pfizer Albert Boula dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (21/9).

Dari data Pfizer, sejak Juli, kasus Covid-19 pada anak meningkat 240% di AS. Boula berencana mengajukan permohonan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dan lembaga lain untuk penggunaan darurat.

Vaksin Pfizer baru mendapatkan izin dari otoritas AS untuk digunakan pada orang berusia 12 tahun ke atas. Lampu hijau juga diberikan pada orang berusia 16 tahun ke atas dari FDA pada pekan lalu.

Para pejabat tinggi AS yakin bahwa regulator akan membuat keputusan tentang keamanan dan efektivitas vaksin Pfizer-BioNTech bagi anak-anak dalam tiga pekan mendatang. Pemberian izin yang lebih cepat akan membantu menekan laju penularan Covid-19 ketika musim gugur tiba, di mana sekolah-sekolah di AS mulai dibuka.

Pejabat komisaris FDA Janet Woodcock mengatakan, bahwa pihaknya akan segera memastikan apakah vaksin tersebut aman digunakan bagi anak usia 5-11 tahun setelah permohonan izin diajukan. "Kami akan melihat data klinis dan memastikan bahwa anak-anak merespons vaksin seperti yang kami harapkan," kata Janet.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait