Jokowi Resmi Ajukan KSAD Andika Jadi Calon Panglima TNI ke DPR

KSAD Jenderal Andika Perkasa menjadi kandidat satu-satunya yang akan menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada 8 November nanti.
Image title
3 November 2021, 11:31
Panglima TNI, Jokowi
Katadata
KSAD Andika Perkasa saat mengawal lawatan Jokowi ke tiga negara.

Presiden Jokowi mengajukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI. KSAD menjadi kandidat satu-satunya yang akan menggantikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan memasuki masa pensiun pada 8 November nanti.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mewakili Presiden mengajukan surat presiden (surpres) tentang pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hari ini. Supres diterima oleh pimpinan DPR.

"Presiden hanya mengajukan satu calon untuk mendapatkan persetujuan DPR. Presiden menyampaikan usulan calon atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai calon panglima TNI," kata Ketua DPR Puan Maharani di kompleks DPR, Rabu (3/11).

Surpres yang dikirimkan pada hari ini bertepatan dengan Rabu Pon atau hari khusus Presiden Jokowi. Sejak beberapa hari belakangan memang beredar informasi Surpres akan dikirim Selasa atau Rabu.

Puan mengatakan Surpres yang masuk ke DPR RI selanjutnya akan dibahas dalam Rapat Pimpinan (Rapim) DPR. Kemudian disampaikan kepada Rapat Badan Musyawarah (Bamus).

"Pengganti Panglima TNI merupakan hal yang harus dilakukan untuk dilakukan mekanisme di DPR, kemudian akan digelar fit and proper test," kata Puan.

Sejak pertengahan tahun ini sebenarnya Jokowi sudah mematut para calon panglima baru untuk menggantikan Hadi. Sejalan dengan giliran rotasi, dua kandidat kuat Panglima TNI adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa.

Penentuan dua kandidat ini melalui proses yang alot. Pada dua bulan lalu, nama Andika sempat menguat sebagai pilihan Istana untuk Panglima TNI yang baru. Ini terkait kedekatan menantu mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono tersebut dengan Jokowi. Andika pernah menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) selama dua tahun pada masa awal Presiden Jokowi tahun 2014.

Kemudian beralih angin, posisi KSAL menguat menjadi calon Panglima TNI. Namun, kemudian berubah kembali. Apalagi setelah Mensesneg Pratikno menemui Andika Perkasa di Markas Besar TNI AD pada Senin (11/10). Kala itu, keduanya keduanya membahas soal isu kenegaraan dan pemulihan pandemi.

Selain itu, Pratikno berkunjung untuk melihat ikan arwana di Taman Baru Mabes AD. Tak hanya itu, ia juga sempat mencoba alat gym di lokasi tersebut. "Pak Menteri Pratikno kan punya tagline 'I'm sixty, I'm sixpack'. Kalah kami yang jauh lebih muda ini," ujar staf Mensesneg,  Faldo Maldini.

Faldo mengatakan, keduanya dapat menjadi teladan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama pandemi. Meski begitu, dia tidak menjelaskan apakah ada pembicaraan terkait pergantian Panglima TNI.

Dalam video Youtube TNI AD, Pratikno dan Andika berbincang secara santai terkait renovasi di lingkungan Mabes AD. Keduanya sempat berkeliling di luar gedung Mabes AD. "Ambience di sini membuat orang lebih friendly," kata Pratikno.

Pemilihan panglima baru ini menjadi salah satu faktor pemicu efek berantai pergeseran hingga perombakan kabinet.

 

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait