Suntikan Vaksin Kombinasi Beda Merek Hasilkan Imun Lebih Tinggi

Image title
8 Desember 2021, 15:15
vaksin, covid-19, gerakan 3M
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Tenaga medis memasukkan cairan vaksin sinovac ke dalam jarum suntik saat vaksinasi Covid-19 di SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, (29/9/2021).

Peneliti di Inggris menemukan penerima vaksin Covid-19 yang mencampur dengan merek berbeda menghasilkan imun yang lebih tinggi. Temuan ini akan memberikan harapan bagi negara berpenghasilan rendah dan menengah yang perlu mencampur vaksin untuk dosis pertama dan kedua karena keterbatasan persediaan.

Peneliti menemukan orang yang menerima vaksin AstraZeneca atau Pfizer pada suntikan pertama dikuti vaksin Moderna pada sembilan bulan berikutnya memiliki respons kekebalan yang lebih baik.

“Kami menemukan respons imun yang sangat baik… sebenarnya, lebih tinggi dari ambang batas yang ditetapkan oleh vaksin Oxford-AstraZeneca dua dosis,” kata profesor Oxford Matthew Snape, dikutip dari Al Jazeera pada Rabu (8/12).

Snape tidak mempermasalahkan pencampuran vaksin apabila program vaksinasi bisa dilaksanakan lebih cepat dengan menggunakan beberapa merek.

Menurut para peneliti di Universitas Oxford, vaksin AstraZeneca-Oxford yang diikuti dengan suntikan Moderna atau Novavax menghasilkan antibodi lebih tinggi dibandingkan dua dosis AstraZeneca-Oxford.

Penelitian terhadap 1.070 sukarelawan itu juga menemukan vaksin Pfizer-BioNTech yang diikuti dengan suntikan Moderna lebih baik daripada suntikan dua dosis Pfizer-BioNTech.

Pfizer-BioNTech diikuti oleh Novavax hasilkan antibodi lebih tinggi daripada vaksin dua dosis Oxford-AstraZeneca.

Menurut studi Universitas Oxford yang diterbitkan dalam jurnal medis Lancet, tidak ada masalah keamanan. Banyak negara telah mencampur vaksin jauh sebelum data tersedia. Sebab, mereka dihadapkan pada angka infeksi yang melonjak, persediaan vaksin yang rendah, dan imunisasi yang lambat karena beberapa masalah keamanan.

Beberapa waktu lalu, studi yang dilakukan National Institutes of Health (NIH) di Amerika Serikat juga menemukan kombinasi jenis berbeda antara vaksin penguat dengan dosis sebelumnya menunjukkan hasil yang aman dan efektif.  Studi menemukan, orang yang sebelumnya menerima vaksin Johnson & Johnson mendapatkan antibodi yang lebih kuat setelah menjalani booster Moderna atau Pfizer.

Peneliti juga menemukan, mereka yang awalnya divaksinasi dengan Pfizer atau Moderna dan menerima suntikan merek secara silang juga menghasilkan respons kekebalan yang sama kuatnya.

Di Indonesia, vaksinasi dosis ketiga direncanakan mulai Januari tahun depan. Vaksin yang digunakan adalah 10 jenis vaksin yang telah mendapatkan izin penggunaan darurat dan vaksin merah putih.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait