Jokowi Pamer Jaket 'Keren' Motif Garuda dan Penari dari UMKM Blora

Image title
17 Desember 2021, 18:09
Jokowi, jaket, batik
Kementerian Perhubungan
Presiden Joko Widodo mengenakan jaket buatan UMKM Blora saat meresmikan Bandar Udara Ngloram, di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jumat (17/12/2021) pagi.

Presiden Jokowi menarik perhatian dengan memamerkan jaket bermotif batik asal Blora di akun media sosialnya. Jokowi mengenakan jaket ini saat meresmikan meresmikan Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, dan saat membagikan bantuan sosial di wilayah tersebut.

Jaket tersebut berwarna hitam dengan motif Garuda dan dua penari. Jokowi membeli jaket tersebut Rp 350 ribu dari gerai UMKM di ruang tunggu Bandara Ngloram, Blora. "Jaket yang saya kenakan ini baru saya beli di sebuah anjungan di lobi Bandara Ngloram, di Blora, Jawa Tengah. Bermotif Garuda dan khas Blora, jaket ini diproduksi oleh UMKM setempat," kata Jokowi pada akun Instagram @jokowi.

Jokowi merasa bangga mengenakan jaket tersebut. "Bagaimana, keren kan?" kata dia.  

Penjaja jaket tersebut, Kristin, terkejut ketika Presiden mampir ke tokonya dan membeli produk karya UMKM Blora. “Aku deg-degan pol, senang banget, Presiden mau mampir ke Blora walaupun kota kecil,” ujar Kristin.

Dalam kunjungan kerja itu, Jokowi juga meninjau gerai pelukis di Bandara Ngloram yang memamerkan gambar Jokowi, Iriana Joko Widodo, dan cucu Jokowi. Kemudian, Kepala Negara membeli dua lukisan yang dipajang di gerai tersebut.

Jokowi mengenakan jaket tersebut saat meresmikan Bandara Ngloram yang  memiliki luas 27 hektare. Saat peresmian, Jokowi juga memuji desain Bandara Ngloram. "Didesain seperti kita berada di bawah hutan jati karena memang Blora sangat terkenal dengan hutan jatinya. Ini juga sangat bagus," kata dia.

Setelah itu, Jokowi menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 1,2 juta per orang kepada pedagang kaki lima di Blora."Semuanya dipakai untuk tambah modal," kata Jokowi saat membagikan bantuan tunai.

Salah seorang pedagang tempe mengeluhkan kesulitan ekonomi yang dihadapinya. "Sepi Pak, cuma terjual 3 kilo (per hari). Biasanya 15-20 (per hari)," ujar pedagang bernama Ngatemi.

 

Reporter: Rizky Alika
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait