Singapura Temukan Klaster Omicron di Pusat Kebugaran

Singapura pun sudah memulai program penyuntikan booster yang telah menyasar 34% penduduk untuk mencegah penyebaran Omicron.
Yuliawati
21 Desember 2021, 13:17
Omicron, Singapura
Pixabay/Jason Goh
Bandara Changi Singapura

Kementerian Kesehatan Singapura mendeteksi dua kasus diduga varian Covid-19 Omicron di sebuah pusat kebugaran. Selain itu, ada seorang lainnya yang masih menunggu hasil tes dengan dugaan tertular Omicron dari pusat kebugaan yang sama.

Hingga Senin (20/12), Singapura melaporkan 71 kasus terkonfirmasi Omicron dengan 65 infeksi dari luar negeri dan enam kasus lokal.

“Karena penularan dan penyebarannya yang tinggi ke banyak belahan dunia, kami seharusnya sudah memperkirakan lebih banyak temuan kasus Omicron di perbatasan-perbatasan kami dan juga di antara masyarakat kami,” demikian keterangan Kemenkes Singapura, dikutip dari Reuters.

Suntikan vaksin lengkap di Singapura mencapai 87% dari 5,5 juta penduduk. Singapura pun sudah memulai program penyuntikan booster yang telah menyasar 34% penduduk, untuk mencegah penyebaran Covid-19 termasuk Omicron.

Kasus Covid-19 di Singapura sudah menurun selama beberapa pekan belakangan dari rekor jumlah harian 5.324 kasus pada akhir Oktober. Per Senin (20/12), negara itu melaporkan 195 kasus baru.

Varian Covid-19 Omicron tengah menyebar lebih cepat dibandingkan varian Delta dan menyebabkan infeksi pada orang-orang yang sudah divaksinasi atau mereka yang sudah sembuh dari penyakit COVID-19, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin.

Peneliti Inggris Imperial College London (ICL) membuat studi yang menyimpulkan "tidak ada bukti" bahwa varian virus corona Omicron lebih ringan daripada Delta. Pendapat ini berbeda dari beberapa ahli yang mengatakan Omicron tak akan berdampak besar pada sistem perawatan kesehatan.

Studi yang dipublikasi pada akhir pekan lalu ini juga menemukan bahwa risiko infeksi ulang dengan Omicron lebih dari lima kali lebih tinggi dari Delta. Penelitian non-peer-review ini berdasarkan pada data Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) dan Layanan Kesehatan Nasional (NHS) pada pasien positif Covid-19 melalui tes PCR di Inggris pada kurun 29 November hingga 11 Desember.

“Kami tidak menemukan bukti (untuk risiko kehadiran rawat inap dan status gejala) Omicron memiliki tingkat keparahan yang berbeda dari Delta,” kata penelitian tersebut, dikutip dari Al Jazeera

ICL membuat analisis berdasarkan 333.000 kasus, termasuk 122.062 Delta dan 1.846 kasus varian virus corona Omicron yang terikonfirmasi melalui sekuensing genom.

Saat ini kasus Omicron paling banyak tercatat di Inggris, menggeser Afrika Selatan sebagai negara yang paling awal menemukan varuian tersebut.

Negeri Ratu Elizabeth melaporkan 91.743 kasus corona pada hari Senin (20/12). Omicron diperkirakan menyumbang lebih dari 80% kasus Covid-19 baru di Ibu Kota London. HSA menyatakan sebanyak 65% kasus Covid-19 di rumah sakit Inggris merupakan varian Omicron.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait