Anies hingga Ganjar Bersaing Buat Konten Youtube, Persiapan 2024?

Penggunaan media sosial seperti YouTube merupakan langkah menjaring pemilih yang berusia muda yang gemar konsumsi media sosial.
Image title
28 Desember 2021, 19:00
Youtube, anies, ganjar
Arief Kamaludin | Katadata
Youtube.

Beberapa pejabat publik mulai gencar menggunakan media sosial untuk meningkatkan popularitas mereka. Salah satu platform yang gemar mereka gunakan adalah media sosial berbasis video yakni YouTube.

Beberapa di antaranya yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno masing-masing aktif membuat konten YouTube.

Meski Pemilihan Presiden 2024 masih dua tahun ke depan, langkah mereka dianggap sebagai upaya persiapan menggalang massa menjelang agenda politik tersebut.

Anies Baswedan


Anies membuat program Dari Pendopo di kanal Youtube pribadinya sejak 11 Desember lalu. Anies menyampaikan informasi seputar kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Anies mengatakan hendak membagikan berbagai pengalaman dan membagi perspektif atas ragam hal yang dialaminya. "Harapannya bagi yang mendengarkan akan memperkaya perspektif mereka," kata Anies dalam salah satu video pengantarnya.   

Hingga kini, baru ada dua video yang diunggah di program terbaru Anies. Video pertama telah dilihat lebih dari 78 ribu kali dan yang kedua ditayangkan 42 ribu kali.

Sebenarnya Anies memiliki kanal Youtube sejak mengikuti konvensi Demokrat pada 2013. Hingga kini, terdapat 585 video yang telah dilihat 7,6 juta kali.

Ganjar Pranowo


Ganjar Pranowo memiliki akun pribadi dengan 1,19 juta subscriber. Kanal Ganjar membuat akun Youtube sejak 20 Maret 2018 menghasilkan 1.061 yang telah dilihat 118 juta kali.  

Ganjar terlihat sangat serius menggarap kanal pribadinya. Terdapat tujuh playlist yakni Ruang Ganjar, wisata, kuliner ala Ganjar, alam Ganjar, vlog, film anak Indonesia hingga tutorial hijab. Konten tutiorial hijab ini melibatkan istrinya, Atikoh.  

Ganjar lumayan banyak membuat konten ulasan makanan, yakni 99 video. Dia mengulas aneka menu mulai dari warung sederhana hingga kafe kelas menengah atas.

Advertisement

Sandiaga Uno

Sandiaga Uno membuat akun Youtube Sandiuno TV sejak April 2016. Kanal Youtube ini sudah memiliki 708 ribu subscriber dengan seluruh video ditonton 39 juta kali.

Sandi gemar membuat konten berupa dialog atau yang saat ini sering disebut sebagai podcast (siniar). Dalam konten YouTube miliknya, Sandiaga beberapa kali mengundang figur publik untuk sekedar berbincang. Beberapa diantaranya adalah Tiara Andini, Anya Geraldine dan Tissa Biani.

Ajang Kampanye Persiapan 2024


Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin  mengatakan YouTube memudahkan interaksi antara politisi dengan rakyat. Warganet dapat menggunakan kolom komentar sebagai bentuk interaksi dengan para pejabat tersebut.

Dia menilai hal yang wajar bila para tokoh membangun pencitraan lewat konten YouTube. "Konten itu yang penting bisa menyenangkan masyarakat yang penting disukai," ujar Ujang kepada Katadata pada Selasa (28/12).

Kampanye di media sosial ini bahkan menjadi alternatif yang efektif dibandingkan media konvensional seperti baliho. Adi menyoroti beberapa tokoh yang gemar memasang baliho seperti  Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tapi gagal mendongkrak elektabilitas.

"Sekalipun sudah banyak baliho dan sosialisasi, tapi dalam survei-survei elektabilitasnya tidak terlampau signifikan," ujar Adi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia menyebut langkah para politisi tersebut sebagai persiapan Pemilihan Presiden 2024. Penggunaan media sosial seperti YouTube merupakan langkah menjaring pemilih yang berusia muda yang gemar konsumsi media sosial.

"Dengan itu mereka bisa naikkan popularitas di kalangan pemilih, sekaligus membangun hubungan yang lebih personal karena konten medsos tentu personal juga," ujar Dedi.

Reporter: Nuhansa Mikrefin
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait