WHO khawatir Muncul Tsunami Covid-19 Global, Efek Delta dan Omicron

WHO menyebut penyebaran Delta dan Omicron yang berbarengan kini menjadi ancaman ganda di dunia.
Yuliawati
30 Desember 2021, 09:14
WHO, tsunami covid-19
photos.hq.who.int
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Afrika yang dilakukan WHO

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengkhawatirkan munculnya tsunami kasus Covid-19 di dunia. Tsunami atau gelombang besar kasus Covid-19 berpotensi terjadi karena peredaran Delta dan Omicron secara bersamaan.

"Saya sangat khawatir bahwa Omicron, yang sangat menular dan menyebar berbarengan dengan (varian) Delta, menyebabkan tsunami kasus," Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat konferensi pers dikutip dari Reuters., , Kamis (30/12) 

Tedros menyebut penyebaran Delta dan Omicron yang berbarengan kini menjadi ancaman ganda di dunia. "Meningkatkan kasus hingga menyentuh rekor, menyebabkan lonjakan rawat inap dan kematian."  

Tedros berulang kali mengingatkan negara-negara agar berbagi vaksin secara lebih adil. Dia mengingatkan bila tiap negara kaya memprioritaskan vaksin booster, maka dapat membuat negara-negara miskin kekurangan vaksin.

WHO mendesak semua negara mencapai tingkat vaksinasi 70% pada pertengahan 2022. Target ini demi mengakhiri masa genting pandemi dan mengurangi munculnya varian baru.

Eropa saat ini tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 seperti Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Portugal, Denmark dan Yunani juga telah melaporkan catatan kasus baru minggu ini.

Prancis mencatat rekor kasus harian Covid-19 mencapai 208 ribu kasus baru per Rabu (29/12). Angka ini naik dari sebelumnya hampir 180 ribu kasus dalam sehari.

“Artinya, 24 jam sehari, siang dan malam, setiap detik di negara kita, dua orang Prancis terdiagnosis positif virus corona. Kami belum pernah mengalami situasi seperti itu," kata Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran dikutip dari The Guardian, Kamis (30/12).

Oliver mengatakan, saat ini situasi di rumah sakit sudah mengkhawatirkan karena menyebarnya varian Delta, meskipun gelombang kasus akibat varian Omicron belum terjadi, Oliver memperkirakan gelombang itu akan terjadi dalam waktu dekat.

Di luar Eropa lonjakan kasus juga  dialami Amerika Serikat (AS) yang mencapai kasus tertinggi sebanyak 267 ribu kasus pada Selasa (30/12). Varian Omicron menyumbang 59% dari kasus di Amerika.  

Australia juga mencatat kenaikan kasus hampir 18 ribu kasus pada Rabu (29/12), melampaui angka tertinggi sebelumnya sekitar 11.300 kasus dalam sehari.

Infografik_Vaksin Booster untuk Perlindungan dari Varian Omicron
Infografik_Vaksin Booster untuk Perlindungan dari Varian Omicron (Katadata)

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait