Dampak Perang Dagang, Google Pindahkan Pabrik Ponsel dari Tiongkok

Google menghindari pajak impor terhadap produk buatan Tiongkok yang bakal ditarik oleh Presiden AS Donald Trump.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
31 Agustus 2019, 07:48
Google, Google pindah pabrik ke Vietnam, perang dagang
Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Google akan memindahkan pabrik ponsel Pixel dari Tiongkok ke Vietnam.

Google tengah bersiap memindahkan pabrik ponsel Pixel dari Tiongkok ke Vietnam mulai tahun ini. Perpindahan lokasi pabrik untuk menghindari biaya produksi yang tinggi terkait perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Techradar, Jumat (30/8), melalui perpindahan produksi ini Google dapat membangun rantai pasok yang lebih murah, khususnya di Asia Tenggara. Perpindahan pabrik ini menghindari pajak impor terhadap produk buatan Tiongkok yang bakal ditarik oleh Presiden AS Donald Trump.

Bila Google tetap mempertahankan produksi ponsel Pixel di Tiongkok, maka tarif pajak impor akan membuat biaya produksi membesar sehingga membuat harga ponselnya kurang kompetitif.

(Baca: Negara ASEAN yang Menang dan Kalah di Tengah Perang Dagang AS-Tiongkok)
 
Google  dengan beberapa mitra perusahaan akan mengalihkan beberapa produksi ponsel Pixel ke pabrik lama Nokia di Vietnam, tepatnya di daerah Bac Ninh. Lokasi itu satu provinsi dengan pabrik Samsung yang beroperasi sejak 10 tahun lalu.
 
Berdasarkan laporan Nikkei Asian Review, Kamis (28/8), induk perusahaan Alphabet berencana memproduksi hingga 10 juta ponsel pada 2019. Tercatat, angka itu dua kali lipat lebih besar dari 2018.
 
Ponsel Google pertama yang produknya bakal dipindah ke Vietnam adalah Pixel 3A, yang ditargetkan sebelum 2019 berakhir. Sedangkan, untuk produksi produk lain seperti perangkat speaker pintar, akan dipindahkan ke Thailand. Namun beberapa produksi produk inti masih akan dioperasikan di Tiongkok.
 
Google bukan satu-satunya perusahaan yang melirik Vietnam untuk menjadi tempat baru pabrik ponselnya. Apple dikabarkan berencana menggeser antara 15 hingga 30 % produksinya ke negara lain, seperti Indonesia, Malaysia, India, dan Meksiko.

(Baca: RI Kalah Saing dari Vietnam Gaet Peluang Perang Dagang AS-Tiongkok)


 

Editor: Yuliawati

Video Pilihan

Artikel Terkait