AC Ventures, BRI, Xendit Danai Startup Digitalisasi UMKM Majoo Rp 56 M

Startup Majoo akan memanfaatkan pendanaan baru tersebut untuk terus menambahkan fitur,-fitur di platform.
Image title
26 Oktober 2021, 14:55
Startup digitalisasi UMKM Majoo
Katadata/Majoo
Startup digitalisasi UMKM Majoo

Startup digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Majoo mendapatkan pendanaan pra-seri A senilai US$ 4 juta atau sekitar Rp 56 miliar. Pendanaan itu dipimpin oleh perusahaan modal ventura milik Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir, AC Ventures.

Selain AC Ventures, sejumlah investor seperti BRI Ventures, hingga perusahaan payment gateway yang disebut-sebut sebagai unicorn baru, Xendit, juga terlibat dalam pendanaan Majoo itu.

Co-Founder & CEO Majoo Adi W Rahadi mengatakan, Majoo akan memanfaatkan pendanaan baru tersebut untuk terus menambahkan fitur,-fitur di platform. Awalnya, Majoo hanya berfokus menyediakan solusi Point of Sales (PoS) untuk UMKM. Kini, Majoo memperluas layanan menjadi platform end-to-end Software as a Service (SaaS) untuk UMKM Indonesia.

Salah satu fitur terbaru di platform Majoo yakni fitur e-commerce. "Kami memberi UMKM alat untuk membuat situs web mereka sendiri, melakukan pembayaran secara online, dan terintegrasi dengan GrabFood, Tokopedia, hingga Shopee,” kata Adi dalam siaran pers, pada Selasa (26/10).

Selain menambah fitur baru, Majoo juga akan memanfaatkan pendanaan untuk memperluas tim. Kemudian, Majoo juga akan memperluas jangkauan UMKM-nya ke lebih dari 100 kota di Indonesia pada akhir 2022.

Startup yang didirikan pada 2019 itu kini telah mengakuisisi lebih dari 20 ribu UMKM di Indonesia. Saat ini, Majoo telah memproses lebih dari 80 juta transaksi dengan nilai mencapai US$ 600 juta atau Rp 8,4 triliun.

Perusahaan menyasar pasar UMKM karena potensinya dianggap besar. Menurut Adi, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan lebih dari 60 juta usaha terdaftar.

UMKM juga berkontribusi 67% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan mempekerjakan 90% tenaga kerja dewasa di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap PDB atas dasar harga konstan sebesar Rp 7.034,1 triliun pada 2019, naik 22,9% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5.721,1 triliun, seperti terlihat dari grafik Databoks berikut ini:

 

Apalagi, saat pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mendigitalisasi bisnisnya untuk bertahan. Pemerintah mencatat, jumlah UMKM yang sudah on-boarding ke dalam ekosistem digital mencapai 15,9 juta.

Founder and Managing Partner of AC Ventures Adrian Li mengatakan, AC Ventures juga berinvestasi di Majoo karena melihat potensi besar dari bisnis digitalisasi UMKM di Indonesia. "Apalagi pandemi telah mempercepat adopsi teknologi di sektor ini selama 3-5 tahun," katanya.

CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan, dari pendanaan tersebut, banyak potensi sinergi yang dapat dilakukan antara Majoo dengan ekosistem BRI Group. Misalnya, sinergi dalam pemberian akses kepada UMKM untuk tabungan digital, pinjaman digital hingga layanan buy now pay later (BNPL).

"Ketika masalah akses permodalan UMKM dapat terselesaikan dengan bantuan Majoo, kami yakin mereka dapat lebih berfokus dalam mengembangkan bisnisnya dan mampu naik kelas dengan lebih cepat," kata Nicko.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait