Sri Mulyani Kenang Pertemuan Pertama Kali dengan Jokowi saat Krismon

Jokowi pernah mengundang Sri Mulyani sebagai pembicara dalam sebuah seminar di Solo pada saat krisis moneter 1998.
Agatha Olivia Victoria
13 Agustus 2020, 20:46
Sri Mulyani pertama kali bertemu Jokowi saat krismon 1998.
Cahyo | Biro Pers Sekretariat Kepresidenan
Sri Mulyani pertama kali bertemu Jokowi saat krismon 1998.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo pada 22 tahun lalu. Saat itu Indonesia sedang mengalami krisis moneter atau krismon yang membuat pertumbuhan ekonomi minus 13,7%.

Mata uang rupiah ketika itu kolaps dari Rp 2350 menjadi Rp 16 ribu per dolar Amerika Serikat (AS). Banyak perusahaan dan bank besar kecil mengalami kebangkrutan.

Di tengah krisis itu, Sri Mulyani diundang sebagai pembicara dalam sebuah seminar di Solo. "Untuk menjelaskan mengapa krisis ekonomi terjadi dan bagaimana menyelamatkan ekonomi Indonesia ke depan," kata Sri Mulyani dalam akun instagram resminya, Kamis (13/8).

Jokowi yang ketika itu berprofesi sebagai pengusaha eksportir furniture mengundang Sri Mulyani di sebuah seminar yang disponsorinya. Pada masa itu Jokowi justru mendapatkan berkah luar bisa dalam kondisi krisis tersebut karena penerimaan ekspor dalam dolar AS melonjak lebih dari enam kali lipat.



Menurut Sri Mulyani, Jokowi menggunakan windfall profit secara bijaksana dengan menambah kapasitas produksi. Dengan demikian, mantan Walikota Solo itu dinilai berhasil memanfaatkan situasi krisis untuk mengembangkan usahanya.

Kemudian 22 tahun setelah pertemuan itu, Sri Mulyani kembali mendapat permintaan dari Jokowi yang menjabat sebagai Presiden RI. Kali ini sebagai Menteri Keuangan.

Saat ini, dunia menghadapi krisis akibat pandemi Covid-19. "Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi kami berupaya mengatasinya," ujar dia.

Ia menambahkan, program pemulihan ekonomi terus digenjot untuk membantu masyarakat, memulihkan dan membangkitkan usaha kecil menengah. Tujuannya, agar bisa menumbuhkan kembali kegiatan ekonomi.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini pun berpesan agar masyarakat bisa merajut masa depan dengan tidak berhenti belajar, bekerja keras, jujur dan cerdas. "Miliki mental baja, jangan menyerah menghadapi cobaan dan ujian apapun. Jangan lupa selalu berdoa," katanya.

 

Advertisement
Reporter: Agatha Olivia Victoria
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait