Riset: Ekonomi RI Nomor 11 Dunia pada 2037, Salip Italia dan Australia

Abdul Azis Said
9 Januari 2023, 18:11
ekonomi RI
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Pekerja melintas di pelikan halte Transjakarta Tosari, Jakarta, Kamis (5/1).

Ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh dan mencapai peringkat ke-11 terbesar di dunia pada 2037. Ekonomi RI pada tahun tersebut diperkirakan lebih besar daripada Italia, Australia hingga Rusia yang saat ini masih di atas Indonesia.

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun ini diperkirakan mencapai US$ 1,3 triliun atau Rp 20,6 ribu triliun dengan kurs hari ini Rp 15.568/US$. Nominal PDB Indonesia diperkirakan terus naik dan mencapai US$ 3,6 ribu triliun pada 2037 atau 96% dari level PDB harga konstan dengan mata uang lokal pada tahun lalu.

Peringkat ekonomi Indonesia di level global akan terus naik dari urutan terbesar ke-17 di dunia pada tahun ini, naik tiga peringkat pada 2027. Kemudian naik lagi menjadi peringkat 12 pada 2032 dan naik ke urutan 11 pada 2037.

 "Antara tahun 2022 dan 2037, Indonesia diperkirakan akan bergerak dari peringkat 17 ke peringkat 11 dalam World Economic League Table (WELT)," bunyi laporan konsultan ekonomi berbasis di London, Inggris, Center for Economics and Business Research (CEBR), dikutip Senin (9/1).

Pemulihan ekonomi Indonesia dalam jangka pendek tertekan oleh kenaikan bunga acuan bank sentral. Namun CEBR melihat dampak dari reformasi sisi penawaran akan membantu mendorong prospek pertumbuhan Indonesia dalam jangka panjang.

Tingkat pertumbuhan PDB tahunan turun ke rata-rata 4,8% antara 2023 dan 2027. Selama satu dekade berikutnya, CEBR memperkirakan bahwa ekonomi akan tumbuh rata-rata sebesar 4,5% setiap tahun.

Meski demikian, Indonesia bukanlah negara yang peringkatnya meroket paling cepat di kawasan. Vietnam, yang menjadi 'rising star' belakangan ini akan melompat dari peringkat 39 tahun lalu menjadi 26 pada tahun 2037. Peringkat Vietnam akan melompati tiga negara sekaligus, Singapura, Malaysia dan Filipina dan menduduki peringkat ketiga di Asia Tenggara pada 2037. Nilai PDB Vietnam dengan Thailand hanya terpaut tipis.

Filipina diperkirakan berada di peringkat empat ekonomi terbesar di ASEAN, setelah Indonesia, Thailand, Vietnam, pada 2037. Ini kenaikan signifikan dari tahun lalu peringkatnya masih di bawah Singapura.

Adapun lima besar ukuran ekonomi negara-negara ASEAN pada 2037 secara berurutan,

  1. Indonesia US$ 3,59 triliun, peringkat 11 dunia
  2. Thailand US$ 1,29 triliun, peringkat 25
  3. Vietnam US$ 1,28 triliun, peringkat 26
  4. Filipina US$ 1,23 triliun, peringkat 27
  5. Malaysia US$ 967 miliar, peringkat 35

Di level global juga akan terjadi perubahan beberapa peringkat pada 2037. Cina akan menggeser Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada 2037 dengan nilai PDB diperkirakan mencapai US$ 45,5 triliun. Cina tampaknya butuh waktu lebih lama untuk bisa menggeser AS, dari perkiraan tahun sebelumnya bisa menggeser Amerika pada 2030.

"Pandangan yang direvisi ini mencerminkan peningkatan pukulan terhadap ekonomi China dari kebijakan nol Covid negara itu, dan meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan Barat," kata CEBR.

 

Risiko lebih buruk lagi, Cina tak akan bisa menyalip ekonomi Amerika jika negeri tirai bambu tersebut benar-benar menyerang Taiwan. Alasannya, sanksi internasional bisa merusak 15% dari PDB Cina.

Tetangganya, India, akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia sepuluh tahun ke depan, menggeser Jepang. India yang tahun lalu masih peringkat kelima dunia akan menggeser Jerman di posisi keempat pada 2027. Sebaliknya, ekonomi terbesar ke-9 dunia, Rusia akan terlempar ke urutan 14 pada 2037 sebagai imbas sanksi perang yang membebani perekonomian.

Berikut ini daftar negara-negara G20 berdasarkan nilai Produk Domestik Bruto: 

 

Reporter: Abdul Azis Said
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait