Bos IMF: Ekonomi Indonesia Dikelola Baik, Tak Perlu Diberi Utang

"Indonesia akan menjadi tempat yang paling baik untuk mengadakan Pertemuan Tahunan kami. Dan Indonesia tetap menjadi yang terbaik," kata Christine Lagarde.
Desy Setyowati
9 Oktober 2018, 01:34
Lagarde IMF
Arief Kamaludin | Katadata
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menilai perekonomian Indonesia saat ini sudah dikelola dengan sangat baik oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, beserta anggota kabinet lainnya. Karena itu, IMF tidak merasa perlu memberikan pinjaman kepada Indonesia.

“Pinjaman dari IMF bukan pilihan karena ekonomi Indonesia tidak membutuhkannya,” kata Lagarde saat mengunjungi Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/10).

Penegasan yang sama disampaikan oleh Sri Mulyani saat konferensi pers di Nusa Dua, Bali, Senin sore. Menurut dia, Indonesia tidak akan berutang kepada IMF karena pinjaman lembaga keuangan internasional tersebut hanya diberikan untuk negara yang tengah mengalami krisis neraca pembayaran.

"Ekonomi Indonesia dalam kondisi baik. Terjadi penyesuaian, tetapi tidak berarti krisis. Kami tidak meminjam IMF," ujar Sri Mulyani.

Advertisement

Di sisi lain, Lagarde juga memberikan apresiasi tinggi terhadap Indonesia dalam menyelenggarakan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia tahun ini di Bali. Menurut dia, tiga tahun yang lalu IMF memutuskan untuk menyelenggarakan Pertemuan Tahunan 2018 di Indonesia. Jadi, IMF tidak tahu bahwa Indonesia akan dilanda bencana alam yang mengerikan, seperti gempa di Lombok dan gempa berikut tsunami di Palu dan Donggala pada pekan lalu.

“Yang kami tahu bahwa Indonesia akan menjadi tempat yang paling baik untuk mengadakan Pertemuan Tahunan kami. Dan Indonesia tetap menjadi yang terbaik,” katanya.

Karena itu, menurut Lagarde, membatalkan pertemuan tahunan IMF di Bali akibat bencana alam tersebut bukan sebuah pilihan. Alasannya, keputusan itu akan menyia-nyiakan sumber daya yang telah dianggarkan selama tiga tahun terakhir, dan menghilangkan kesempatan besar untuk memamerkan Indonesia ke seluruh dunia.

Editor: Yura Syahrul
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait