Holding BUMN Keuangan Bisa Terbentuk Tahun Ini

Ameidyo Daud Nasution
9 September 2016, 17:58
Bank BUMN
Arief Kamaludin (Katadata)

Kementerian Badan Usaha Milik Negara optimistis pembentukan perusahaan induk (holding) BUMN di bidang jasa keuangan bisa rampung dalam tahun ini. Saat ini, proses pembentukannya sudah dalam tahap finalisasi konsep holding.

“Harusnya bisa lebih cepat dari akhir tahun, sedang difinalisasi kajian internasionalnya,” kata Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (9/9).

Ia menjelaskan, bank-bank BUMN sedang menambah kajian dari konsultan internasional untuk mematangkan konsep induk usaha tersebut. Setelah hasil kajian terkumpul maka akan dibawa ke rapat terbatas kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo. (Baca juga: Terganjal Dua Masalah, Pembentukan Holding BUMN Bisa Molor)

Sekadar informasi, dalam rapat kabinet di Istana Negara, jakarta, pada Agustus lalu, Presiden telah menyetujui pembentukan enam holding BUMN, salah satunya di bidang jasa keuangan. Rencananya, PT Danareksa (Persero) akan didaulat sebagai holding yang akan menaungi semua BUMN di bidang jasa keuangan, termasuk perbankan.

Gatot meyakini holding BUMN jasa keuangan akan menjadi induk usaha yang kuat. Sebab, perusahaan BUMN yang bakal tergabung di dalamnya memiliki keuangan yang sehat, baik perbankan maupun jasa keuangan lainnya. “Semua empat bank sehat, pegadaian juga sehat, in term of asset tidak masalah,” kata dia.

Melalui penggabungan BUMN di bidang jasa keuangan dalam satu induk ini, Gatot meyakini belanja modal (capital expenditure) akan meningkat. Di sisi lain, biaya akan turun karena adanya efisiensi. “Nanti terintegrasi dan jadi raja,” kata Gatot. (Baca juga: Pembentukan Superholding BUMN, DPR: Ada Syaratnya)

Sebagai catatan, ada empat bank BUMN saat ini, yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN). Selain itu, ada pula beberapa perusahaan BUMN nonbank, seperti Danareksa dan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI), perusahaan asuransi, hingga PT Pegadaian.

Jika memperhitungkan aset dalam laporan keuangan perbankan pada semester pertama 2016, penggabungan empat bank pelat merah bakal menghasilkan holding dengan aset bernilai lebih dari Rp 2.500 triliun. Dari empat bank BUMN saja, aset bisa terkumpul sebesar Rp 2.565,03 triliun.

Bank Mandiri senilai Rp 971,44 triliun, Bank Rakyat Indonesia senilai Rp 864,94 triliun, Bank Negara Indonesia senilai Rp 539,14 triliun, dan Bank Tabungan Negara senilai Rp 189,51 triliun. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Martha Ruth Thertina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...