Keputusan resmi terkait kesepakatan pemberian insentif Blok Masela saat kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 15 Januari mendatang.
Blok Masela
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengklaim Inpex Corporation telah menyetujui revisi tawaran insentif dari pemerintah untuk mengembangkan Blok Masela. Namun, kesepakatan itu baru disampaikan secara lisan.

Saat ini, pemerintah masih menunggu surat resmi dari Inpex mengenai kesepakatan insentif itu. "Unofficial sudah menyatakan setuju (Inpex), secara lisan kira-kira begitu," kata Luhut saat konferensi pers di Jakarta, Senin (9/1). (Baca: Blok Masela Bertabur Insentif, Arcandra Klaim Negara Tak Rugi)

Ia menjelaskan ada tiga hal yang sudah disepakati Inpex. Pertama, peningkatan kapasitas produksi Blok Masela menjadi 7,5 mtpa tambah 470 Juta Standar Kaki Kubik per Hari (MMSCFD). Padahal awalnya Inpex menginginkan peningkatan kapasitas produksi hingga 9,5 mtpa.

Pemerintah sedang menyiapkan pembeli gas dari Blok Masela. "Kami mau mereka bisa di-secure ada yang offtake gasnya,  karena itu bicara ke Kementerian Perindustrian dan harus ada yang ambil," ujar Luhut.

Insentif lainnya yang sudah disepakati adalah moratorium kontrak selama tujuh tahun lantaran Inpex harus mengubah skema pengembangan dari kilang pengolahan di laut menjadi di darat. Padahal, perusahaan asal Jepang ini semula meminta moratorium selama 10 tahun. (Baca: Bertabur Insentif, Tingkat Investasi Blok Masela Tak Sampai 15 Persen)

Ketiga, penggantian biaya operasi selama studi pembangunan kilang di laut melalui skema cost recovery setelah proses audit. Penggantian dana yang sudah dikeluarkan tersebut ditaksir sebesar US$ 1,6 miliar. "Kami sepakati ini dengan syarat diaudit dulu," ujar Luhut.

Ia mengatakan, pengembangan gas cair (LNG) Blok Masela akan menghabiskan belanja modal sekitar US$ 15-16 miliar. Sedangkan investasi untuk pembangunan sektor hilir yakni petrokimia di sekitar Blok Masela ditaksir mencapai US$ 9 miliar.

Manajemen Inpex belum berkomentar mengenai pernyataan Luhut. Hingga berita ini ditulis, Vice President Corporate Services Inpex Nico Muhyiddin belum membalas pesan yang disampaikan Katadata. (Baca: DPR Peringatkan Insentif Blok Masela Jangan Merugikan Negara)

Yang jelas, menurut Luhut, keputusan resmi terkait kesepakatan pemberian insentif tersebut akan dilakukan saat kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 15 Januari mendatang. Dengan begitu, Inpex dapat mulai merancang kembali proposal pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela.