Izin Amdal diharapkan dapat dikantongi dalam enam bulan ke depan karena Jokowi meminta Kilang Tuban bisa mulai dibangun pada Juli 2017.
Kilang Minyak
KATADATA

PT Pertamina (Persero) bersama mitranya Rosneft Oil Company sedang menyelesaikan studi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) untuk pembangunan dan pengoperasian kilang terpadu minyak dan petrokimia di Tuban, Jawa Timur.. Dalam penyusunan Amdal tersebut, Pertamina-Rosneft meminta masukan dari masyarakat.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Rachmad Hardadi mengatakan, pihaknya bersama Rosneft sebenarnya  telah melakukan kick off  atau pelaksanaan awal studi Amdal dan Environment and Social Impact Analysis (ESIA) pada 14 Desember lalu. Hal ini sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 146 Tahun 2015, tentang Pelaksanaan Pembangunan dan Pengembangan Kilang Minyak di Dalam Negeri.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Kontrak Kilang Tuban Diteken, Pertamina: 6 Alasan Pilih Rosneft)

Selanjutnya, mulai Senin (9/1), Pertamina-Rosneft mengumumkan pelaksanaan Amdal terpadu untuk pembangunan dan pengoperasian Kilang Tuban sekaligus mengundang masyarakat untuk menyampaikan tanggapan, saran dan masukan. “Batas waktu sampai dengan 20 Januari 2017,” kata Rachmad, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (9/1).

Tanggapan, saran dan masukan dengan mencantumkan identitas yang jelas disampaikan kepada:

1.    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Direktorat  Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan

Jln. DI Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, 
Jakarta Timur

Telp: 021-8590-4925; Fax: 021-8590 6168;

Email: amdal.komisi@gmail.com

 

2.  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur

Jln. Wisata Menanggal No. 38, Surabaya,

Jawa Timur

Telp: 031-8543852; Fax: 031-8543851;

Email: blh@jatimprov.go.id

 

 

4. PT PERTAMINA (Persero)

Proyek NGRR Tuban – Direktorat Megaproyek Pengolahan & Petrokimia

Gedung Patra Jasa Lantai 1

Jln. Gatot Subroto Kav. 32-34, Jakarta 12950

Telp: 1 500 000;

email: pcc@pertamina.com

 

3.    Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tuban

Jln. Veteran No. 27, 

Kabupaten Tuban, Jawa Timur

Telp: 0356-321026; Fax:0356-321026 ext 103; Email:lhtuban@gmail.com

 

Sesuai Peraturan Menteri  Negara Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2012, kegiatan Kilang Tuban wajib memiliki dokumen Amdal yang  termasuk sebagai Amdal Terpadu. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan. Dokumen Amdal Terpadu ini dinilai oleh Komisi Penilai Amdal (KPA) Pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Baca: Kilang Tuban dan Bontang Ditargetkan Mulai Konstruksi 2017)

Amdal menjadi syarat utama sebelum proses pembebasan lahan dan pengembangan tapak sebagai pekerjaan awal proyek dapat dilaksanakan. Proses Amdal ini akan diselesaikan dalam waktu enam bulan. Waktu tersebut mengacu kepada instruksi Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Tuban, 28 November 2016. Ia meminta Pertamina melaksanakan ground breaking proyek NGRR Tuban pada awal Juli 2017.

Kilang  Tuban merupakan kilang yang mengolah minyak mentah dengan kapasitas 300 ribu barel per hari. Untuk mendukung kilang tersebut, Pertamina-Rosneft akan dibangun fasilitas penunjang antara lain jetty, jalur pipa bawah laut, SPM (Single Point Mooring), tangki penyimpanan minyak mentah (tank farm),  komplek utilitas dan perkantoran. 

(Baca: Pembangunan Kilang Tuban Terganjal Lahan Desa)

Di samping itu  juga akan dilakukan kegiatan reklamasi (perataan garis pantai) dan pengerukan alur kapal. Kilang Tuban beserta fasilitas penunjangnya menempati area sekitar 404 hektare, berlokasi di  Desa Remen, Mentoso, Rawasan, Wadung dan Kaliuntu,  Kecamatan  Jenu, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur.

Artikel Terkait
Selama kontrak belum berakhir, ConocoPhillips tetap harus mencari cadangan.
Kalau memasukkan variabel gross split sebagai salah satu kriteria penilaian, survei Fraser Institute tidak akan valid dan cenderung bias.
SKK Migas memperkirakan investasi hulu migas bisa di atas US$ 12 miliar karena ada kenaikkan harga minyak.