Tahun ini Bukit Asam menargetkan penjualan 27,3 juta ton batu bara, naik 30 persen ketimbang 2016 lalu.
Tambang Batu Bara
Donang Wahyu | KATADATA

PT Bukit Asam (Persero) Tbk merilis hasil kinerjanya pada tahun 2016. Tercatat, perolehan laba bersih Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut sebesar Rp 2,02 triliun, turun tipis jika dibandingkan capaian tahun 2015 yang sebesar Rp 2,04 triliun. Penyebabnya, harga batu bara yang tak kunjung membaik.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin menjelaskan, rata-rata harga batu bara yang dijual Bukit Asam pada 2016 Rp 676,01 per ton. Angka itu turun 4,4 persen dari harta rata-rata 2015 yakni Rp 707,05 per ton.

Untuk mengimbangi penurunan harga, perusahaan pun harus menjual lebih banyak batu bara pada tahun lalu. Tercatat, volume penjualan batu bara sepanjang 2016 mencapai 20,7 juta ton atau naik 9 persen jika dibandingkan dengan volume penjualan tahun 2015 yang hanya mencapai 19,1 juta ton.

(Baca juga:  Ekspor Perhiasan Turun, Surplus Neraca Dagang Februari Menyusut)

"Dengan demikian, Bukit Asam masih memperoleh pendapatan sebesar Rp 14,06 triliun atau naik jika dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,85 triliun," ujar Arviyan melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/3).

Hanya saja, menjual lebih babnyak batu bara dengan harga rendah membuat perusahaan harus melakukan efisiensi. Efisiensi tersebut meliputi, optimasi sistem penambangan dengan pengendalian stripping ratio (SR), jarak angkut di lokasi tambang dan optimalisasi perencanaan tambang.

Grafik: Produksi Batubara 2010-2016 dan Target 2017
Produksi Batubara 2010-2016 dan Target 2017

Arviyan menyatakan, komposisi penjualan Bukit Asam di pasar domestik tahun lalu naik 22 persen menjadi 12,3 juta ton, setara dengan 59 persen total penjualan. Sementara, penjualan ekspor tercatat sebesar 8,5 juta ton, atau setara 41 persen penjualan. Sehingga, total penjualan Bukit Asam sekitar 20,8 juta ton.

(Baca juga: Demi Tingkatkan Energi Baru, Pengusaha Minta Pembatasan BBM)

Sementara, tahun ini Ariviyan mengatakan bahwa Bukit Asam menargetkan penjualan sebanyak 27,3 juta ton. Angka ini naik 30 persen jika dibandingkan dengan realisasi penjualan tahun 2016. Dari total target ini, sebanyak 15,9 juta ton akan dijual untuk memenuhi permintaan domestik dan 11,4 juta ton akan diekspor.

Untuk mendukung rencana tersebut, Bukit Asam merencanakan produksi batu bara sebesar 27,1 juta ton, atau naik 30 persen dari realisasi 2016 yang hanya 20,8 juta ton.

"Lalu, pembelian batu bara oleh anak perusahaan PT Bukit Asam Prima sebesar 3,03 juta ton atau naik 152 persen dibanding realisasi tahun 2016 sebesar 1,20 juta ton," ujar Arviyan.

(Baca juga: Jokowi Berharap Proyek Infrastruktur Angkat Perekonomian Kaltim)

Miftah Ardhian