Keempat proyek waduk yang ditawarkan pemerintah itu berpotensi menjadi pembangkit listrik.
Bendungan
Bendungan Colo, Nguter, Sukoharjo. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menawarkan kerjasama pembangunan empat waduk senilai Rp 4,5 triliun ke Tiongkok. Penawaran ini disampaikan melalui Menteri Sumber Daya Air (SDA) Tiongkok Chen Lei  lantaran pemerintah melihat adanya potensi waduk tersebut untuk dijadikan pembangkit listrik.

“Pengelolaan SDA di Tiongkok hampir sama dengan Indonesia, namun mereka sudah memiliki tujuh pengelolaan seperti Perum Jasa Tirta (PJT) di sini, kita baru dua yakni PJT 1 Brantas dan PJT 2 Jatiluhur,” kata Basuki seperti dikutip dalam keterangan resmi Kementerian PUPR, Jumat (7/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Keempat proyek yang ditawarkan yaitu, Waduk Pelosika di Sulawesi Tenggara, Waduk Rokan Kiri (Lompatan Harimau) di Riau, Waduk Jenelata di Sulawesi Selatan, dan Waduk Riam Kiwa di Kalimantan Selatan.

(Baca juga: Jokowi: Pembangunan Waduk Sei Gong di Batam Bisa Dipercepat)

Waduk Pelosika ditargetkan akan menyediakan air untuk mengairi daerah irigasi mencapai 16.358 hektare serta menyediakan air baku hingga 0,2 m3 per detik. Waduk di Sulawesi Tenggara tersebut juga memiliki potensi pembangkit tenaga listrik mencapai 21 megawatt (MW).

Sedangkan Waduk Rokan Kiri atau biasa disebut Waduk Lompatan Harimau akan bermanfaat untuk mengaliri daerah irigasi seluas 4.000 hektar, menjadi sumber air baku, pengendali banjir dan pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 74,40 MW.

Kemudian Waduk Jenelata di Sulawesi Selatan memiliki daya tampung mencapai 223 juta m3 dan bisa menjadi sumber pembangkit listrik untuk daerah Gowa dan Kota Makassar. Selain itu, diharapkan bisa menjadi air irigasi untuk mengaliri sawah seluas 24.400 hektar dan mereduksi banjir di kawasan Gowa.

(Baca juga: Kementerian PUPR Mempercepat Pelaksanaan 9 Proyek Strategis Nasional)

Sementara Waduk Riam Kiwa dengan daya tampung 127 juta m3 diharapkan bisa mengairi jaringan irigasi baru hingga 5000 hektar lahan, air baku mencapai 0,1 m3 per detik, dan juga menjadi pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 2,7 MW.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, kementerian PUPR, Imam Santoso yang turut dalam pertemuan itu menyatakan bahwa pihak Tiongkok menyambut baik tawaran tersebut. "Mereka (Tiongkok) memang ingin ikut membangun waduk di luar Jawa yang multiguna," kata Imamnya.

Chen Lei pun menyambut baik tawaran tersebut.  "Proyek ini sangat baik dan berkontribusi besar dalam pengelolaan air di Indonesia, tentu kami akan mempertimbangkan hal ini dengan serius,” katanya.

(Baca juga: Kementerian PUPR Tinjau Ulang Fungsi Irigasi 16 Bendungan

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan menganggarkan Rp 7 triliun untuk pembangunan infrastruktur ini
"Karena Jawa Tengah ini salah satu daerah paling produktif (di Indonesia) sehingga kami harus berikan perhatian," kata Budi
"Saya jamin tidak (pinggirkan swasta), kalau di PUPR," kata Basuki