Pembangunan ruas Surabaya - Banyuwangi akan dikerjakan pada tahap akhir. "Kita sambung dari ujung ke ujung di Jawa."
Jokowi
Presiden Jokowi meninjau pembangunan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/6) Biro Pers Sekretariat Kepresidenan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan jalan tol Jakarta hingga Banyuwangi dapat terhubung pada tahun 2019 mendatang. Hal itu disampaikannya saat meninjau proyek pembangunan jalan tol Bawen - Salatiga kilometer +37.600, Jembatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Jokowi berharap, ruas tol Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Surabaya sudah bisa tersambung pada 2018. Berikutnya, dari Surabaya ke arah timur hingga Banyuwangi bisa dirampungkan pada 2019.

Tersambungnya jalan tol Trans Jawa ini diharapkan akan mendukung mobilitas dan aksesibilitas masyarakat di Pulau Jawa. "Kita sambung dari ujung ke ujung di Jawa," ujar Presiden dikutip dari siaran pers, Sabtu (8/4).

(Baca juga: Mudik Lebaran, Tol dari Jakarta Ditargetkan Tembus Hingga Kendal)

Dalam tinjauannya ke ruas Bawen - Salatiga, Jokowi mengatakan ruas tersebut merupakan salah satu yang tersulit mengingat konturnya yang berupa perbukitan. Apalagi menurutnya ada 140 ribu meter kubik tanah yang perlu dipindahkan untuk menjalankan proyek ini. "Terutama di wilayah Tuntang yang perlu pemotongan bukit," kata Jokowi.

Namun untuk lahan tol, Jokowi mengatakan hampir saat ini relatif tidak ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan tol Trans Jawa. Dirinya mengatakan saat ini proses yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hanya tinggal konstruksi saja."Hampir rata-rata setiap ruas dan seksi (pembebasan lahan) sudah 97 sampai 99 persen," kata Jokowi.

(Baca juga: Pemerintah Kaji Sistem Ganjil–Genap di Tol Cipali Saat Mudik Lebaran)

Hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selain meninjau proyek jalan tol, akhir pekan lalu Jokowi juga menghadiri groundbreaking proyek kereta bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali. Proyek tersebut akan menghubungkan stasiun di Bandara Adi Soemarmo dengan Stasiun Solo Balapan dengan panjang total 13,5 kilometer.

Jokowi sendiri berpesan agar permasalahan lahan tidak menghambat pembangunan proyek kereta ini tidak terhambat pembebasan lahan. Oleh sebab itu dirinya meminta baik bupati maupun walikota terkait juga memberikan dukungan penuh.

(Baca juga:  Pemerintah Ganti Dana Talangan Lahan 23 Perusahaan Jalan Tol)

Proyek kereta bandara ini ditargetkan rampung pada tahun depan. "Karena di banyak negara maju, dari bandara bisa ke mana saja dengan kereta," kata Jokowi.

Ameidyo Daud