Tangki itu dibangun badan usaha swasta melalui PT Oiltangking Karimun dan mampu menyimpan BBM sebanyak 730 ribu kiloliter (kl).
tangki BBM
Arief Kamaludin|KATADATA

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar telah meresmikan tangki penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Kamis pekan lalu. Dengan beroperasinya tangki ini, pemerintah mengklaim ada penambahan cadangan ketahanan BBM dalam negeri selama tiga hari.

Tangki yang dibangun badan usaha swasta melalui PT Oiltangking Karimun tersebut mampu menyimpan BBM sebanyak 730 ribu kiloliter (kl). "Ini sama dengan penambahan tiga hari kebutuhan BBM di dalam negeri, tiga hari penambahan cadangan kita di seluruh Indonesia,"  kata Arcandra melalui pernyataan tertulisnya yang diterima Katadata, Senin (17/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Cadangan BBM Akan Naik Jadi 30 Hari Pada Akhir Tahun)

Kebutuhan minyak dalam negeri saat ini sebesar 68-70 juta kl per tahun. Jumlah tersebut sama dengan 250 ribu kl kebutuhan minyak dalam sehari. 

Pembangunan tangki ini penting karena sebagian kebutuhan BBM nasional masih ditopang oleh impor. Kebutuhan minyak bumi nasional mencapai 1,6 juta barel per hari (bph), sementara produksi nasional hanya sekitar 800 ribu bph. "Ketersediaan ini adalah tantangan buat kita semua," kata Arcandra.

Mengutip dari situs Kementerian ESDM, saat ini cadangan operasional BBM mencapai 21 hari. Cadangan tersebut sepenuhnya milik PT Pertamina (Persero). Jumlahnya jauh di bawah negara-negara lain seperti Singapura yang bisa mencapai 90 hari dan Malaysia 25 hari.

Menurut Arcandra, ada beberapa penyebab rendahnya cadangan operasional BBM di Indonesia. Peningkatan cadangan BBM terkendala minimnya pembangunan tangki penyimpanan minyak dan kilang minyak di dalam negeri. (Baca: Tambah Cadangan BBM, Pertamina Sewa Tangki Timbun Adaro 7 Tahun)

Selain itu, baru Pertamina yang menyediakan cadangan operasional tersebut. Padahal, dalam Pasal 16 Peraturan Pemerintah Nomor 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan, badan usaha dan industri penyedia energi wajib menyediakan cadangan operasional untuk menjamin kelangsungan pasokan energi.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM tengah menggodok regulasi baru yang mewajibkan seluruh perusahaan pemegang izin penjualan BBM, termasuk perusahaan asing, menyimpan cadangan operasionalnya di Indonesia. Alasannya untuk mengantisipasi ancaman krisis energi yang bisa datang sewaktu-waktu.

(Baca: Shell dan Total Akan Diwajibkan Simpan Cadangan BBM di Indonesia)

Draf aturan anyar itu telah dikirim ke Biro Hukum Kementerian ESDM dan sudah satu kali pembahasan di Biro Hukum Kementerian​ ESDM.Dengan demikian, kewajiban menyimpan cadangan operasional selama 30 hari tidak hanya berlaku bagi Pertamina,  melainkan perusahaan swasta lainnya. 

Artikel Terkait
Jika lelang blok migas tahun ini laku, maka bisa menjadi pertanda baik baik investasi migas. Apalagi banyak pihak masih meragukan gross split.
Pertamina berencana meluncurkan produk tersebut Maret 2018
September lalu, Jonan menyatakan keinginannya agar cost recovery tidak naik kalau produksi turun.