Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa Wakil Presiden AS Mike Pence memahami keinginan pemerintah terkait divestasi 51 persen saham Freeport.
Jokowi Pence
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence sempat membahas divestasi saham Freeport saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka. Hal itu dinyatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurut Luhut, Pence puas dengan penjelasan Jokowi soal keinginan pemerintah terkait divestasi 51 persen saham Freeport. "Sempat disinggung sedikit, Pence sangat puas dengan penjelasan Presiden. Masak minta (saham) untuk rakyat tidak boleh," kata Luhut di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/4).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Luhut mengatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan sudah melaporkan kepada dirinya bahwa perundingan dengan Freeport hampir mencapai tahap akhir. Ia berharap hal terkait teknis perundingan dapat diselesaikan pekan depan. "Kalau bisa lebih cepat lebih bagus," katanya.

(Baca juga: Temui JK, Wapres Amerika Kagumi Demokrasi Indonesia dan Pilkada DKI)

Sebaliknya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa pembicaraan 45 menitnya dengan Pence tak menyinggung soal Freeport. Pence memang menemui Kalla di Istana Wakil Presiden setelah bertemu Jokowi. "Saya katakan itu sudah selesai dan memang itu (Freeport) tidak disinggung," kata Kalla, siang tadi.

Dengan Kalla, Pence lebih banyak membahas kerja sama perdagangan dan investasi secara umum. Menurut Kalla, AS masih berniat meningkatkan perdagangan serta investasinya di Indonesia dalam kerja sama yang bersifat bilateral dan bukan multilateral seperti Trans Pacific Partnership (TPP).

Hal lain yang juga dibahas adalah tuduhan praktik dumping dari National Biodiesel Board (NBB) Fair Trade Coalition atau Asosiasi Produsen Biodiesel AS  terhadap produk olahan Crude Palm Oil (CPO) asal Indonesia. “Jangan ada pihak-pihak yang ingin menganggap kita dumping soal-soal itu, sama sekali tak ada (dumping),” kata Kalla.

(Baca juga: Temui Jokowi, Wapres Amerika Minta Tak Ada Hambatan Ekspor)

Hal senada disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Walaupun tidak menjelaskan banyak, Retno mengatakan urusan terkait Freeport sudah dapat dikatakan selesai, "Freeport sudah done," kata Retno.

Ameidyo Daud
Artikel Terkait
Para menteri di bidang ekonomi kemungkinan besar aman. Menteri asal Partai Amanat Nasional terancam.
Jika tidak memakai ISAK 8, Pertamina akan terbebas dari kewajiban mencatat seluruh utang mitranya.
"Mestinya kalau ada hal penting saya dikabari."