Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga akan menghadiri East Asia Summit di Filipina, serta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam.
Trump
REUTERS/Kevin Lamarque/ANTARA FOTO

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence memastikan Presiden AS Donald Trump akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di Filipina pada November 2017 mendatang. Selain itu, Trump juga akan mengikuti East Asia Summit di Filipina, serta KTT Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam.

Pence mengatakan hal ini telah disampaikannya secara langsung saat mengunjungi Sekretariat Jenderal ASEAN, kemarin. Dia mengatakan hal ini merupakan bagian dari memperkuat hubungan dengan negara-negara ASEAN. “Kami sampaikan bahwa Presiden Trump akan hadir di tiga acara tersebut,” kata Pence di Hotel Shangri-la, Jakarta, Jumat (21/4).

(Baca juga: Soal Freeport, Luhut: Wapres Amerika Puas dengan Penjelasan Jokowi)

Pada KTT ASEAN, Trump akan secara spesifik menghadiri acara United States (US) – ASEAN summit. Pence mengatakan hubungan dagang antara AS dengan negara-negara ASEAN terbilang cukup strategis.

Menurut Pence, investasi AS di wilayah ini hampir mencapai US$ 274 miliar, atau lebih besar ketimbang negara Asia lainnya seperti India, Tiongkok, atau Jepang. “Ini angka yang mengagumkan,” kata Pence.

Pence juga menyebut salah satu bukti strategisnya hubungan ini adalah dengan perjanjian kerja sama antara Indonesia, yang merupakan anggota ASEAN dan AS. Ada 11 kerja sama yang dirajut dengan nilai total US$ 10 miliar atau sekitar Rp 133 triliun. Salah satunya adalah impor gas dari AS. “Dunia bisnis kami siap berperan dalam pertumbuhan (ekonomi) Anda,” katanya.

(Baca juga:  Pertamina Impor 1 Juta Ton Gas dari ExxonMobil Mulai 2025)

Sedangkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong optimistis Indonesia dan AS akan mewujudkan kemitraan strategis yang mengedepankan keuntungan bersama. Apalagi kedua negara saat ini dipimpin oleh presiden dengan latar belakang pebisnis yang terbiasa praktis dan enggan bertele-tele. “Saya optimis setelah kunjungan (Wapres) Pence,” kata Lembong.

Ameidyo Daud