Penerbitan global bonds akan dijadikan salah satu opsi pembiayaan proyek-proyek Jasa marga.
Jasa Marga
Arief Kamaludin|KATADATA

PT Jasa Marga (Persero) Tbk berencana menerbitkan obligasi global dalam denominasi rupiah. Dana yang diincar aksi korporasi tersebut mencapai US$ 200 - 300 juta atau maksimal Rp 4 triliun.

"Memang belum diputuskan angkanya, tapi sekitar US$ 200-300 juta ekuivalen rupiah," ujar Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal saat konferensi pers, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/8).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Donny mengatakan, rencana penerbitan global bonds bakal dilakukan tahun ini. Namun, rencana tersebut masih harus didiskusikan dengan Bank Indonesia (BI). Jasa Marga juga belum menunjuk perusahaan penjamin emisi (underwriter).

(Baca juga:  Atasi Macet, Jasa Marga Akan Seragamkan Tarif Tol Jagorawi)

Donny menjelaskan, yang telah dilakukannya kini adalah roadshow ke beberapa investor. Menurutnya, penerbitan global bonds dengan denominasi rupiah ini dilakukan agar tidak semakin memperketat penerbitan obligasi di pasar domestik.

Jasa Marga sendiri membutuhkan total dana Rp 8 triliun untuk membiayai 18 proyek jalan tol. Saat ini, terdapat dua proyek yang telah selesai, yakni ruas tol Wali dan Jorr W2. Adapun, dari total kebutuhan dana tersebut, sekitar Rp 3 triliun sudah dapat dipenuhi melalui pinjaman perbankan.

Dengan demikian, sisa Rp 5 triliun kebutuhannya akan dipenuhi melalui penerbitan global bonds atau pinjaman bilateral. Meskipun demikian, Donny mengatakan, penerbitan global bonds atau pinjaman bilateral tersebut akan bersifat fleksibel.

(Baca juga: Rampung Akhir 2018, Jokowi Minta Tol Balikpapan Disambung ke Bontang)

Artinya, pencarian dana ini akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang berjalan. Sehingga, hasil pencarian dana ini nantinya tidak ditujukan spesifik ke proyek tertentu.

Donny kembali menegaskan, target penerbitan global bonds ini baru perkiraan sementara. Karena, apabila kebutuhan mendesak, maka, Jasa Marga akan menggunakan fasilitas pinjaman perbankan.

"Angka nya bergerak sesuai kebutuhan nanti. Tapi mana yang lebih cepat kalau kami butuh urgent. Karena, kami juga punya back up dari fasilitas perbankan" ujarnya.

(Baca juga: Pemerintah Beri Jatah Pengusaha Kecil di Rest Area Jalan Tol)

Selain itu, Jasa Marga juga akan menjalani proses sekuritisasi atau penjaminan aset untuk membiayai ekspansi usahanya. Salah satunya adalah menjaminkan ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) untuk memperoleh dana segar Rp 2,5 triliun hingga Rp 3 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengaku masih mengkaji jangka waktu sekuritisasi dengan mempertimbangkan pendapatan perseroan Rp 700 miliar. Opsinya adalah antara tiga tahun atau lima tahun. 

“Tahun kemarin (2016), pendapatan tol Jagorawi Rp 700 miliar. Kalau dikali lima tahun menjadi Rp 3,5 triliun,” ujarnya. 

Miftah Ardhian
Artikel Terkait
"Targetnya Jasa Marga lebih dulu yang akan ditawarkan pada first week of (pekan pertama) November," ujar Rini
Karyawan Jasa Marga diduga memberi suap berupa satu unit motor Harley Davidson kepada auditor BPK ketika proses pemeriksaan laporan keuangan perusahaan.
Mungkin saja Jasa Marga akan kembali mengajukan penawaran jika Waskita melakukan divestasi dengan mekanisme lain.