LPS: Pertumbuhan Simpanan di Bank Tahun Ini Melambat

Penulis: Rizky Alika

Editor: Dini Hariyanti

Rabu 12/9/2018, 19.24 WIB

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memproyeksikan pertumbuhan dana pihak ketiga pada pengujung tahun ini di level 8% sedangkan kredit 10%.

Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)
ANTARA FOTO | Sigid Kurniawan

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada akhir tahun ini bertengger di kisaran 8% (year on year / yoy). Angka ini melambat dibandingkan dengan realisasi pada tahun lalu di level 9,4% (yoy).  

Kepala Eksekutif LPS Fauzi Ichsan mengatakan, proyeksi tersebut memperhitungkan dampak pengampunan pajak (tax amnesty) yang tak lagi terasa pada tahun ini. "Sehingga, kami tidak bisa ekspektasi kenaikan DPK yang tajam seperti tahun lalu," tuturnya, di Jakarta, Rabu (12/9). 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca juga: Aset Repatriasi Berpotensi Keluar, Begini Sikap Pemerintah)

Penghimpunan dana sepanjang 2017 ditopang program pengampunan pajak. Pasalnya, dana repatriasi masuk melalui bank tertentu yang ditetapkan sebagai pintu gerbang (gateway). Per Juli tahun ini, DPK tumbuh 6,9% (yoy) atau melambat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 9,8% (yoy).

Relisasi pertumbuhan sampai dengan Juli tersebut lantaran seluruh kelompok usaha bank memang mengalami perlambatan pertumbuhan DPK secara tahunan. Perinciannya antara lain bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV naik 9,5%, BUKU III meningkat 3,8%, BUKU II naik 4,7%, sedangkan BUKU I hanya tumbuh 1,5%.

(Baca juga: OJK Ramal Dinamika Pasar Keuangan Berlanjut)

Sementara itu, LPS memperkirakan pertumbuhan kredit menyentuh 10% (yoy), lebih baik dibandingkan dengan realisasi tahun lalu sebesar 8,2%. Fauzi menilai, kenaikan penyaluran kredit BUKU III dan IV akan lebih gesit. 

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengimbuhkan, proyeksi pertumbuhan kredit tersebut mempertimbangkan tren konsumsi masyarakat yang diramal meningkat. LPS mengingatkan agar bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan pinjaman di segmen konsumer.

"Bank dalam kucurkan kredit harus untuk yang sifatnya produktif dan kurangi yang sifatnya konsumtif," ujar Halim.

LPS mencatat, pertumbuhan kredit per Juli tahun ini mencapai 11,34% (yoy) atau lebih tinggi ketimbang bulan yang sama tahun lalu sebear 8,2%. Realisasi ini lantaran seluruh BUKU memang mencatat pertumbuhan lebih cepat. BUKU IV tumbuh 12,4%, BUKU III meningkat 10,5%, BUKU II naik 11,9%, sedangkan BUKU I tumbuh hingga 15,6%.