7 Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung

Penderita asam lambung harus menghindari sayuran tertentu agar asam lambungnya tidak naik Berikut ini informasi tujuh sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam lambung.
Image title
23 November 2022, 21:58
Sayuran yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Asam Lambung
Unsplash
Ilustrasi, sayuran.

Asam lambung atau GERD merupakan suatu kondisi dimana ada aliran balik asam dari lambung ke kerongkongan. Bila kondisi ini sering terjadi maka bisa menyebabkan sejumlah gejala seperti sensasi terbakar pada perut, dada, dan tenggorokan atau heartburn.

Untuk mencegah hal ini sering terjadi, penderita asam lambung perlu menjaga asupan makanan yang dikonsumsi setiap harinya Selain menghindari makanan tinggi lemak dan garam, penderita asam lambung juga perlu berhati-hati  terhadap jenis sayuran tertentu.

Pasalnya, ada beberapa jenis sayuran yang dapat memicu naiknya asam lambung. BIla Anda juga menderita kondisi yang sama, berikut ini informasi tujuh sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam lambung.

1. Tomat 

Tomat merupakan salah satu sayuran yang kaya akan nutrisi dan tinggi likopen sehingga bisa menjaga kesehatan jantung. Walaupun demikian, ternyata tomat baik itu tomat segar, tomat kaleng, jus atau produk tomat lainnya harus dihindari oleh penderita asam lambung.

Advertisement

Hal ini dikarenakan tomat mengandung asam yang tinggi sehingga bisa menyebabkan mulas dan heartburn bila dikonsumsi berlebihan. Namun bila tetap ingin makan sayuran ini, Anda perlu mencari tahu terlebih dahulu seberapa besar tingkat toleransi Anda saat mengkonsumsi tomat. 

Anda bisa melakukan percobaan dengan mengkonsumsi sejumlah kecil produk tomat yang berbeda. Setelah itu, tunggu beberapa saat untuk memastikan apakah terjadi reaksiJ ika memang ada, itu berarti  Anda harus memasak tomatnya terlebih dahulu sebelum mengkonsumsinya.

2. Kubis

Kubis merupakan salah satu sayuran kerap dijadikan salah satu bahan utama salad atau diolah menjadi sayur tumis. Namun faktanya kubis tidak boleh dikonsumsi oleh penderita asam lambung.

Hal ini dikarenakan kubis mengandung gula yang menyebabkan lambung menghasilkan gas lebih banyak. Alhasil Anda akan mengalami perut kembung hingga sering bersendawa dan buang ags.Selain itu, kubis juga mengandung tinggi serta yang membuatnya lebih sulit dicerna.

Melihat efeknya ini, Anda sebaiknya menghindari makan sayuran ini dalam kondisi mentah. Namun bila tetap ingin mengkonsumsinya, Anda perlu memasaknya terlebih dahulu untuk menghindari asam lambung

3. Sawi

Sawi merupakan jenis sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan sawi mudah ditemukan serta bisa diolah menjadi berbagai makanan. 

Walaupun demikian, sayuran ini ternyata juga tidak boleh dikonsumsi penderita asam lambung. Pasalnya kandungan gula kompleks pada sawi yang bernama raffinose berpotensi menghasilkan gas yang berlebih dalam lambung. 

Kondisi ini dapat menyebabkan penderita naiknya asam lambung sehingga membuat penderitanya merasa mual.

4. Cabai

Sayuran berikutnya yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam lambung adalah cabai. PastInya Anda sudah mengetahui jika cabai bisa memberikan sensasi pedas pada makanan.

Namun, menurut beberapa penelitian, makanan pedas dapat menyebabkan sakit perut dan gejala terbakar. Kondisi inilah yang menyebabkan naiknya asam lambung.

Hal ini terjadi dikarenakan cabai mengandung bahan capsaicin yang membuatnya terasa pedas. Dikutip dari Journal of Neurogastroenterology, jika capsaicin sering dikonsumsi makan akan menimbulkan ketidaknyamanan pada perut yang bisa menyebar ke lambung

Karena hal inilah cabai menjadi salah satu sayuran yang dilarang untuk penderita asam lambung. Namun bila Anda pecinta makanan pedas sebaiknya tidak memakannya terlalu sering untuk menjaga kadar asam lambung Anda. 

5. Kol

Kol merupakan salah satu sayuran yang dilarang untuk penderita asam lambung. Alasannya sayuran ini sering menyebabkan timbulnya gas di lambung. Alhasil, asam lambung akan meningkat dan naik hingga ke kerongkongan. Selain itu, sayuran ini juga sulit dicerna oleh sistem pencernaan karena mengandung gula kompleks yang disebut rafinosa. 

Untuk bisa mencerna gula kompleks ini, diperlukan enzim tertentu yaitu a-galactosidase. Namun ternyata tubuh tidak memiliki enzim ini sehingga membuat bakteri berusaha mencerna kol sulit saat turun ke usus besar. Pada proses inilah pembentukan gas terjadi. Melihat efeknya ini, Anda sebaiknya menghindari makan kol saat penyakit lambung sedang kambuh.

6. Daun Bawang

Sayuran selanjutnya adalh daun bawang yang tidak boleh dikonsumsi karena bisa memicu produksi asam lambung berlebih.Hal ini dikarenakan daun bawang mengandung fruktan tinggi yang merupakan sejenis serat  yang terbuat dari molekul fruktosa.

Jika tubuh kekurangan enzim untuk memecah fruktosa, maka tubuh akan bisa mencerna sayuran ini sepenuhnya. Hal ini bisa terjadi jika daun bawang dikonsumsi mentah. Jika proses pencernaan tidak lancar maka dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti gas, kembung, sendawa, dan naiknya asam lambung

7. Peppermint

Peppermint merupakan sayuran yang sering dikonsumsi untuk melegakan pernafasan serta tenggorokan Namun sayuran ini ternyata pantang dikonsumsi penderita asam lambung.

Hal ini dikarenakan kandungan dari daun mint dapat memunculkan rasa pedas dingin yang bisa membuat perut mulas. Kondisi ini terjadi karena zat aktif pada mint bekerja melemaskan otot sfingter yang letaknya berada di antara lambung dan kerongkongan.  Hal ini memungkinkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Demikian informasi tujuh sayuran yang tidak boleh dikonsumsi penderita asam lambung. Asam lambun merupaka suatu kondisi yang bisa kambuh kapan saja dan menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman. Namun dengan menghindari makan tujuh sayuran ini, Anda bisa menjaga kadar asam lambung agar tidak naik.

Editor: agung
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait